[Vignette] Chips and a Secret

fic - chip and a secret

Chips and a Secret

Hongseok & Jinho

G – friendship, slice of life.

“Bukankah kita jadi bahagia kalau seseorang yang kita sukai tidak mengabaikan kita?”

**

Hongseok meletakkan barbel yang semula ia gunakan, pandangannya melesat pada sosok laki-laki yang sedang memasukkan segenggam keripik kentang rasa kaldu ke dalam mulutnya. Tapi bukan soal keripik kentang yang membuat perhatian Hongseok berpaling. Melainkan apa yang diucapkan oleh Jinho baru saja. Kendati begitu, Jinho bersikap selayaknya tidak terjadi apa-apa. Matanya tertumbuk pada layar teve yang menayangkan siaran The Great Human Race, acara NatGeo tentang dua orang yang sedang mencoba melalui kehidupan manusia dari jaman Homosapiens hingga manusia modern. Memang menarik, Hongseok juga mengakui bahwa ia suka acara itu. Namun dia sudah menonton kemarin, hari ini adalah siaran ulang. Lagi pula, Hongseok tahu persis mengapa Jinho pura-pura menyimak seluruh tayangan tersebut seolah ia harus membuat laporan dan rangkuman tentang generasi Homosapiens yang berburu ikan menggunakan tombak dari tulang sapi.

“Bohong.”

Jinho mendesis. “Tidak ada manfaatnya bagiku membohongimu.”

Hongseok membuka kulkas, meneguk air mineral banyak-banyak dan menyahuti. “Maksudku, kurasa dia buka tipe perempuan yang akan menyukai laki-laki sepertiku.”

“Lalu seperti apa?” Jinho balik bertanya.

Hongseok diam sesaat.

Jinho memberi isyarat supaya Hongseok melempar botol air ke arahnya. Kerongkongannya kering karena terlalu banyak makan keripik. Hongseok mengangkat bahu. “Entahlah. Tapi menurutku, kami tidak punya kesamaan dalam hal apa pun. Sedikit mencengangkan kalau dia menyukaiku.”

“Memangnya kau tahu tentangnya?” tantang Jinho.

Hongseok berdeham. “Tidak juga sih.”

“Kalian sama-sama suka membaca buku,” seloroh Jinho, mengambil remote dan mengganti saluran. Kini ia fokus pada layar yang menampilkan acara memasak. Hongseok berdecak. “Tidak banyak orang yang tahu soal aku suka membaca buku.”

“Aku tahu.”

Pupil Hongseok melebar. “Jadi, selama ini kau menjadi informan untuknya, hyung?”

Jinho melirik dengan ekor mata. “Jangan sok artis. Dia bertanya, aku hanya mengiyakan. Bukan aku yang mengawali bercerita. Memangnya aku terlihat seperti laki-laki yang suka bergosip tentang hal seperti itu?”

Hongseok menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. “Tidak, sih.”

“Aku akan ke tempatnya sore ini. Mau ikut?” tawar Jinho.

Lawan bicaranya mengangkat alis, heran. “Kenapa aku harus ikut? Ini tidak seperti aku yang naksir dia, jadi aku tidak perlu merepotkan diri untuk memastikan keberadaanku di sekitarnya.” Komentar Hongseok itu mengundang anggukan kecil dari Jinho. “Baiklah.”

“Eh, hyung.

“Apa?”

“Apa dia tahu kalau tanggal lahir kita sama?” tanya Hongseok, ia menyipitkan mata.

Jinho menggeleng.  “Aku tidak tahu. Bisa jadi iya kalau dia mencari tahu, tapi yang jelas aku tidak pernah membahas tanggal lahirmu.” Hongseok mencecar pertanyaan baru, “Kenapa?”

Jinho terdiam.

“Rasanya aneh,” lanjut Hongseok.

“Apanya?”

Hongseok menggedikkan bahu. “Disukai seseorang. Sejak dulu aku selalu menyukai terlebih dahulu. Baru kali ini ada seseorang menyukaiku, dan orang itu adalah temanmu, hyung. Aku merasa sedikit… bingung.”

Jinho tidak membalas.

“Kenapa tiba-tiba kau bilang kalau dia suka padaku, hyung?” tanya Hongseok. Terus terang, hari ini banyak sekali yang mengganggu pikirannya, ia terus bertanya seperti anak kecil yang ingin tahu banyak hal.

Jinho mengunyah keripiknya lagi. “Supaya kau tahu.”

“Dan?”

“Kalau seandainya, sewaktu-waktu kau bertemu dengan gadis itu di jalan, kau bisa tersenyum atau menyapa. Apa saja, agar dia merasa senang.” Jinho menarik napas panjang lalu tersenyum simpul. “Bukankah kita jadi bahagia kalau seseorang yang kita sukai tidak mengabaikan kita?”

Hongseok membenarkan.

“Omong-omong soal gadis itu, dia mendengkur saat tidur. Bukan bersuara seperti gergaji kayu, tapi seperti suara anak kucing yang mengeong minta susu induknya,” Jinho menerawang. Ia tertawa kecil membayangkan suara yang terdengar di benaknya.

Hongseok nyengir.

“Dia suka membaca buku, tapi bukan dalam hangeul. Dia baca versi bahasa Inggris atau bahasa ibunya,” lanjut Jinho. Hongseok mendengarkan dengan seksama. “Apakah ini adalah upayamu supaya aku menyukainya, hyung?”

Jinho menggeleng.

Kedua ujung alis Hongseok beradu. “Lantas?”

“Aku tidak menyuruhmu menyukainya,” sahut Jinho. “Tak suka juga tidak masalah.”

Hongseok tidak mengerti. Lalu mengapa sejak tadi Jinho bersikeras membicarakan soal gadis berdarah Indonesia, karibnya sejak enam tahun yang lalu. Jinho melirik Hongseok lagi, tersenyum lebar berusaha agar rasa heran Hongseok menguap. “Aku tahu bagaimana tipe perempuan yang kau sukai. Bening bukan perempuan seperti itu.”

Hongseok mengulum bibir. “Aku… tidak pernah punya pola atau tipe perempuan, kok.”

“O, ya?”

“Ya.”

Jinho mengatupkan bibir. Ia tampak berpikir sejenak sebelum berkata, “Tetap saja, bercerita bahwa temanku menyukaimu tidak sama dengan memintamu untuk menyukainya juga, kok. Tenang. Aku tidak seperti itu. Kau tidak perlu khawatir.”

Hongseok tertawa kecil. “Baiklah.”

“Kau tidak punya keripik lagi?” tanya Jinho, mengalihkan pembicaraan.

.

.

.

©2016


  • DOR DOR DOR PYAR. pecahkan saja piringnya. biar ramayyyyy!
Advertisements

Author: asha

i write to express not to impress, to tell people the way how i become immortal, to find an endless happiness and how to travel the time. i was born to beat, indeed.

12 thoughts on “[Vignette] Chips and a Secret”

  1. Wah ini aku baru komen padahal udah baca dari siang dan udah tak like ;—-;
    Jadi ini teh bening suka sama hongseok gitu? Jinho……lalu bagaimana dengan jinho……..?

    Teh…… Bening ini banyak di kerumuni lelaki tampan ya hidupnya ㅠㅠ

    Like

    1. iya teh bening naksirnya hongseok,
      padahal hongseok-nya kayak begitu..
      lagian, jinho nya juga… diem…
      ya gimana dums,,,,

      teh bening di kehidupan sebelumnya sudah menyelamatkan ribuan nyawa,
      makanya pas reinkarnasi jadi OC ku dia lgsg dikerubungi cowo cowo gans.
      subhanallah ya,
      rejeki anak solehah

      makasih uda mampir & komen ji
      luv you, mwah.

      Liked by 1 person

  2. MZ JINOOOOO AKU PADAMU KOK SELALU~ KODENYA TERLALU JELAS KAK UH MENYILAUKAN
    Kaksha jahatjahatjahat kenapa no bening X jinho heuu kenapaa malah mz Jino berbaik hati memberitahu Hongseok kalo mba bening suka sama dia ;;A;;
    Sumpah ya kak, kalo mba bening ga lebih peka lagi, mz jinho bakal kurebut /yenan asah golok/

    Like

    1. SIAPA YANG KODE KODE?
      INI PADA JADI ANAK PRAMUKA APA YA, KOK MAIN KODE KODEAN wqwqwqwq
      Jinho kan emang baik ;;
      makanya malah ngasih tau hongseok soal bening yg naksir dia
      masalahnya na, jinho harus ngeh dulu dia suka bening apa enggak,
      supaya bening bisa peka,
      kalo jinho aja ga peka sama perasaannya sendiri, gimana sama orang lain?
      HAYOLOH MASA MAU REBUT JINO TRUS YENANA GIMANE?????

      Liked by 1 person

      1. Gimana cara bikin Jino ngeh kak kalo dia malah buka aib ke lawannya??? Kalo si honhseok jadi suka beneran meskipun mba bening bukan tipe dia gimana cobaaa /hug mz Jino/
        Abis gemasshhh dan pusing lah pala belbi cerita mba bening sama mz jino makin complicated. YENANA langgeng terus kak hamdalah 😂😂 cuman nana rawan nikung kemana-mana /loh/

        Like

  3. Lah lah tunggu, ini bukan ceritain kalin? Tapi bening? DEMI APA JINHO MALAH BILANG BENING SUKA HONGSEOK /lempar jinho/

    Jinho ga cemburu nek? Atau mereka memang ditakdirkan untuk selalu terjebak di lingkaran pertemanan saja? NEN TOLONG PERJELAS HUBUNGAN MEREKA NEK KESIAN OM JINHONYA

    Like

    1. IYA, BUKAN KALIN.
      kalin mah ntar aja, ntar. bikin geger.
      YA EMANG JINHO KELEWAT BAIK YA, aku tidak paham ;;;
      cemburu ga ya?
      padahal sebenernya ini ada kode tesembunyi dari jino ke hongseok,
      tapi kalian semua pembaca kenapa ngga peka HUHUHU jadi sedih,

      Like

  4. Seperti komenan kakji di atas………………..BENING BERSAHAJA SEKALI HIDUPNYA DIKELILINGI OLEH LAKI-LAKI TAMPAN FIX!
    IH KASHAAAAAA AKU GEMEEEZZZZ SAMA BENING INI YHAA, MENDING KALO HONGSEOK NDA SUKA SAMA BENING BIARIN DIA SAMA JINO AJAAAAA. (Woy jin, jangan sampe kalah dalam memperebutkan Bening).

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s