[Vignette] Stranger

IMG_8108

Stranger

story by ayshry

[PTG’s] Kim Hyojong, [OC’s] Aylee Jeon mentioned of [SVT’s] Jeon Wonwoo

AU!, Fluff/Vignette/G

Disclaimer : Cast belong to God and the plot is Mine!

***

Terik sinar mentari mengakibatkan sepasang mata milik Hyojong menyipit; membuatnya terlihat imut meski keningnya berkerut. Si pemuda dalam perjalanan pulang setelah perkuliahan usai, omong-omong. Peluh sudah menumpuk di kening ditambah bibir yang tak puas menggerutu akibat cuaca yang sangat menyiksa; Hyojong benci musim panas.

Singgah di sebuah minimarket, Hyojong memutuskan untuk membeli sebotol minuman dingin ketika tanpa sengaja maniknya menangkap eksistensi seorang gadis yang tengah memandangi kaca minimarket dengan tatapan memelas. Hanya dengan melihatnya saja, Hyojong tahu jika si gadis bukanlah penduduk asli Korea Selatan, selain wajahnya yang kebarat-baratan, di tambah barang bawaannya yang kelewat banyak. Tapi dari gerak-geriknya, seperti ada sesuatu yang tak beres yang membuat Hyojong berjalan mendekat bahkan tanpa menerima perintah dari otaknya.

Are u ok, miss?” Mencoba membuka percakapan, si pemuda melemparkan senyum. Beruntung ia tak disangka laki-laki mesum lantaran si gadis pun turut melempar senyum kepadanya.

Oh, hello! I’m lost, by the way. So, can you please tell me where this place is?”

Mampus! Hyojong gelagapan, pasalnya pemuda berusia 22 tahun itu tak begitu memahami bahasa inggris, yang tadi dia hanya sok-sokan saja demi menjaga gengsi, omong-omong. Salahkan saja si pemuda yang selalu membolos mata pelajaran tersebut ketika masih menduduki bangku sekolah.

Oh tunggu! Apa tadi yang dikatakannya? Lost? Kalah? Hilang? Astaga apa sebenarnya yang ia katakan tadi? Hyojong membatin.

Namun, demi jiwa kesatrianya yang terlanjur bangkit, Hyojong mencoba berucap meski terbata-bata. “Lost? Ah, eum, but I don’tKorean? You’re not korean, right? So, I … hmm I ca—“

“Aku tersesat, hehe.”

Hyojong seketika melongo. Ternyata si gadis asing bisa berbahasa korea meski dengan logat yang terdengar ganjil dan ah, kenapa dia harus sok-sok pakai bahasa inggris segala sih, tadi?

“O-oh, kau tersesat?” Hyojong menyengir, mencoba menyembunyikan rasa malu. “Memangnya mau ke mana? Aku sedang tidak sibuk, kok, jadi kalau kau tak keberatan aku bisa mengantarkanmu ke tujuan,” ujar Hyojong malu-malu.

“Oh ini.” Si gadis menyodorkan selembar kertas yang tertulis sebuah alamat di sana. “Aku baru tiba dari Kanada dan akan menetap di rumah sepupuku tapi aku sengaja tak menghubunginya, ingin membuat kejutan, hehe. Jadi, apa kau tahu di mana alamat itu, Hyung?”

Hyojong masih membaca alamat ketika indera pendengarannya menangkap sebuah kata yang tak lazim baginya. Si gadis memanggilnya ‘hyung’? Yang benar saja, dia tak salah dengar ‘kan?

“Namaku Aylee Jeon, tapi kau bisa memanggilku Ay, Hyung. Oh, tak keberatan bukan kupanggil ‘hyung’?” Ia tertawa, begitu manis sampai-sampai Hyojong kehilangan kata-kata karenanya. “Oi, Hyung? Masih berniat membantuku?”

“E-eh? Iya, tentu saja!” Hyojong tersentak hingga bicaranya sedikit membentak. “Oh, maaf, aku melamun tadi, hehe. Hmm, tapi sepertinya ada yang hmm harus kuperbaiki, mengenai panggilanmu … seharusnya kau memanggilku—“

Oppa?” potong gadis yang ternyata bernama Aylee itu cepat. Sekon berikutnya ia tertawa lantas berkata, “Aku tahu, kok, hanya saja bagiku panggilan ‘oppa’ itu sedikit aneh jadi aku lebih nyaman memanggil seseorang dengan ‘hyung’, kau keberatan ya, hmm—“

“Hyojong, Kim Hyojong.” Kali ini giliran Hyojong yang memotong pembicaraan.

“Oh, oke, Hyojong Hyung. Bolehkan aku memanggilmu begitu?”

Masih mencoba menata pikirannya yang mendadak buntu, si pemuda hanya bisa mengangguk pasrah. Mengalihkan kedua bola matanya dengan susah payah dari paras cantik si gadis; kembali membaca selembar kertas yang masih berada di genggamannya.

“Alamatnya tak jauh dari sini dan kebetulan kita searah, kuantarkan saja ya?” tawar Hyojong meski ia sedikit ragu.

“Benarkah? Oh, baiklah. Tapi ….”

“Ya?”

“Bolehkah aku meminta minumanmu, Hyung? Aku haus dan tak memiliki uang tunai lagi.” Aylee menatap Hyojong memelas, membuat si pemuda lagi-lagi seakan terkunci pada wajah imutnya.

Sekon berikutnya Hyojong tertawa canggung lantas menyerahkan minuman yang sejatinya belum ia cicipi setetes pun. “Minumlah, aku bisa membelinya lagi nanti.”

Thank’s!

Menyambut minuman dengan riang, si gadis lantas menenggaknya penuh semangat; menyebabkan beberapa cairan menetes dari sudut bibirnya.

“Pelan-pelan, nanti kau tersedak.” Hyojong tak mampu menahan bibirnya agar tak tersenyum. Gadis asing yang manis itu telah mencuri seluruh atensi si pemuda ternyata.

“Aku sudah terjebak di sini sejak dua jam yang lalu dan baru kau yang menawarkan bantuan, Hyung. Aku terlalu takut untuk membuka obrolan dengan orang lain, tapi beruntung aku bertemu dengan orang baik sepertimu. Jadi, bisakah kita segera pergi menuju alamat? Aku sudah lelah dan ingin segera beristirahat, hehe.”

“Oh, tentu saja. Lewat sini dan biar kubantu membawa barang bawaanmu.” Hyojong merebut koper besar dari genggaman si gadis, membiarkan sebuah ransel dan tas selempang berada pada pemiliknya. Ia tak tega melihat seorang perempuan membawa hal yang berat, omong-omong. Tapi hal itu tak berlaku pada Dayoung—adiknya.

Tak disangka-sangka, sepanjang jalan menuju alamat yang dipikir Hyojong akan sangat membosankan ternyata malah berbanding terbalik. Aylee Jeon, gadis itu tak henti-hentinya mengoceh, bercerita tentang kehidupannya di Kanada, tentang bagaimana ia bisa berakhir di Korea dan tentang sepupu yang rumahnya tengah mereka tuju sekarang. Si sepupu tinggal terpisah dengan orang tuanya dan ia adalah seorang lelaki, omong-omong. Jadi, dari segala ocehan si gadis, Hyojong bisa menarik kesimpulan bahwa: Aylee Jeon seorang gadis periang—dan amat cerewet—yang sangat menyayangi sepupu lintas benuanya yang bernama Wonwoo.

Tambahan lainnya, ini adalah kali pertama si gadis menjejakkan kaki di Korea. Berbekal keberanian—yang kata Hyojong melebihi ambang batas normal—ia ingin memberikan kejutan kepada sepupunya. Memilih hari di mana seorang Wonwoo tak berada di kediaman dengan kunci duplikat rumah yang sebelumnya telah ia dapatkan dari sang bibi. Si gadis akan menerobos masuk rumah sepupunya itu dan membuat kejutan kecil untuknya esok hari; ketika si pemuda kembali dari acara akhir pekannya bersama teman-teman.

Hingga tak terasa kedua orang tersebut telah tiba di tempat tujuan mereka.

“Wah, rumahnya sangat besar ternyata,” ujar Aylee dengan mata berbinar.

“Kau yakin akan tinggal di sini sendirian sambil menunggu sepupumu itu?”

Aylee mengangguk cepat.

“Jika dia tak pulang esok hari, bagaimana?”

“Maka aku akan menghubungimu dan memintamu membawaku berkeliling.”

“Ya?”

“Jadi, coba berikan ponselmu padaku.”

Anehnya, Hyojong malah patuh; menyerahkan ponselnya kepada si gadis yang kemudian sibuk memainkan jemarinya di layar touchscreen dengan lincah.

“Ini.” Aylee menyerahkan kembali ponsel kepada sang pemilik. “Aku sudah menyimpan nomorku di sana dan menghubungi nomorku juga tentunya, hehe. Namaku kubuat ‘Ay’ dengan emoticon hati.”

Hyojong bergeming; mengerjapkan matanya berkali-kali. Masih merasa aneh dengan tingkah ajaib si gadis hingga—

“Oi, Hyung, aku masuk dulu ya? Maaf karena tak bisa mengajakmu masuk karena sungguh, aku sangat lelah dan ingin lekas membersihkan diri. Terimakasih karena telah mengantarkanku ke sini dengan selamat dan oh, Hyung, kau benar-benar orang yang enak diajak mengobrol. Tunggu telepon dariku, ya? Aku akan menagih janjimu untuk membawaku berkeliling nantinya. Sekali lagi terimakasih, Hyung.”

Kapan aku berjanji padanya? Hyojong membatin.

Menghentikan ocehan panjang lebarnya itu, Aylee mendekat lantas mengecup singkat pipi kanan si pemuda dan segera berlari memasuki perkarangan rumah. Meninggalkan Hyojong yang masih membatu di tempat dengan wajah yang sudah semerah tomat.

Tunggu, apa yang barusan terjadi? Dia menciumku? O-oh, ada apa dengan diriku? Kenapa aku tak bisa bergerak barang sedikit pun? Hei, Kim Hyojong, seharusnya sekarang kau lekas enyah dari tempat ini bukannya malah memandangi si gadis dengan konyol. Hei, sadarlah! Kau sudah dilecehkan, omong-omong. Eh sebentar, apa yang kau pikirkan, Kim Hyojong?! Itu bukan pelecehan tapi itu kebiasaan, ya! Kebiasaan orang barat yang melakukan perpisahan dengan kecupan singkat. Hei, jangan berpikir yang tidak-tidak, kenapa kau norak sekali sih? Ayo lekas pergi dari sini dan tolong atur detak jantungmu agar kembali ke ritme yang seharusnya. 

Ketika punggung si gadis tak lagi mengusik indera penglihatan, barulah ia mendapat kembali kekuatan. Menggerakkan kedua tungkainya terburu-buru; berlari secepat yang ia mampu. Menjauh dari segala kegilaan yang baru saja menimpanya.

Seorang gadis berparas cantik namun dengan tingkah unik. Haruskah Hyojong berbahagia atau malah berduka? Mendapat perlakuan tak biasa pun panggilan tak lazim. Sepertinya ini adalah hari terberat si pemuda sepanjang hidupnya.

.

Jadi, apa aku harus menjawab teleponnya nanti?

Atau aku harus mengabaikannya?

Ah entahlah!

.

.

-Fin.

  1. Akhirnya ya Hyojong dan Aylee bertemu juga kyaaaa kyaaa
  2. Jadi ceritanya Aylee itu sepupu lintas benua-nya Wonwoo, baca Ma Little Cousin kalau penasaran ehe ehe /malah promosi/ /bodo, kan budir/ /plak/ dan kemungkinan setelah ini bakal ada lanjutan yang Wonwoo di surprise-in Aylee /kalo ga males bikinnya haha/
  3. Aylee itu tipe cewe cerewet dan semaunya. Masih sering terbawa kebiasaan budaya barat yang seenaknya saja dan begitulah, dia cewe aneh bin ajaib tapi untungnya cantik haha
  4. Bonus pic dd Aylee

IMG_8107 IMG_8106 IMG_8105 IMG_8104

-mbaay.

Advertisements

Author: megaton-bomb

Call Me Ay | A-Blood Type | Forever Maknae | Purple Addict.

16 thoughts on “[Vignette] Stranger”

  1. Demi apa mbaay jangan biarkan dd cans sepertiku nggelundung dari atas pangkuan mz kino gegara baca ini HAHAHAHAHAHAHAAHAHAHA serius yha, mz hyojong tengil banget anjaaayy ah dasar cowok norak /eh/ /disembur/

    BTW

    PANGGILANNYA ‘AY’? OWE MALAH BAYANGIN MBAAY GENIT SAMA MAZ HYOJONG BHAAAAYYYY

    Liked by 1 person

    1. Nahh bener nih kata Don, jd ngebayangin Ay yg genit-genit sma Hyojong hahahaaa /ditedang Ay/

      Udah mas Hyojong, ntar klo Ay nlpn, di jawab aja, tapi siapin lahir batin yaa, pasti Ay ngomongnya berjam-jam terus nyerocos cem rapper

      /lalu Ve kabur sebelum ditendang Don sama Ay gara-gara ngerusuh/

      Liked by 2 people

  2. CIEE MBAAY DEBUT CIEE /eh/ Maksudnya si Aylee debut :”v
    Mbaay nemu di mana seh dede cans yg ada kerabatan/? Sama wonu??? Uh-oh mz hyojong apes sekaligus beruntung banget deh ketemu yg bening-bening cem Aylee. Troz kalo diliat dari deskripsinya mbaay kok keliatannya Mba Aylee swagger gitu orangnya manggil-manggil Hyung gitu :’3 (siapa tahu malah feminin banget hoi sok tahu sok tahu)
    IH TELPONNYA BOLEH KALI DIJAWAB SAPA TAU JODOH ♥♥♥ dan supaya dirimu segera melepas titel sexy free and single i’m ready to bingo ♬♬ /kok malah nyanyi/ dan segera keluar dari member team jomblo-jomblo gans/? (Apalagi lah kui)
    POKOKNYA HAPPY DEBUT AYLEE /send virtual hug/

    Liked by 1 person

    1. Nemu di hatinya Wonu eh eh eh haha

      GAKOK ENGGA KAMU BENER KOK AY SWAGG KOK RADA OON JUGA TEROZ YA GITULAH GILA KOPLAK GATAU TEMPAT MASA BODO HAHA

      Aseeek entar maz hyojong angkat kok kalo gajantungan duluan haha
      tengs sudah mampir ya kaknan ❤

      Liked by 1 person

  3. aseli deh ini si aylee kelewat ramah apa kelewat oon ya?
    oiya dia kan kelamaan tinggal di luar negeri jadi nda ngerti budaya korea wqwqwq
    mana ada first encounter langsung manggil nama nda pake ssi, eh, ini malah lgsg hyung/oppa aja uda kek kenal berbulan-bulan wqwqwqwq. di korea mah mana boleh keak gitu, tidak sesuai adat nak aylee hahaha.
    anyhow, si blegug hyojong ini ya, paan deh keak ga pernah dicipok aja,
    nda inget apa pas kecil suka cipok-cipokan ma bening?? (eh)
    hahah gemas nih ay ceritanya, wqwq.

    Liked by 1 person

    1. Aylee kiyowo kak ga oon cuma rada sengklek aja XD

      APAAN HYOJONG CIPOK CIPOKAN SAMA BENING?! KAPAN HAH? AWAS AJA LU BENING SINI TAK TEMUIN SAMA DD AYLEE BIAR MAMPUS SEKALIAN /insert stiker lempar meja ala line banyak banyak/

      Like

      1. cipokan pas bening hyojong masih kecil lah, itu pun dua-duanya nda bakal ada yang inget wqwqwq kan kenangan masa kecil, yg menjadi saksi mata ya orang tua mereka cikiciw ;3 yg bersangkutan mah mana inget haha

        Like

  4. MBAAY PAAN INI TERLALU FLUFF……………. ㅠㅠ aku terkadang gak kuasa baca yang fluff rasanya pengen hancurin keduanya (eh)(belum insap)
    tapi aku ngakak waktu mas hyojong sok2an english ih paan sih kebayang itu lucu banget pengen nebas pake golok >< (pulang ji, plis pulang)

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s