[Ficlet-Mix] Bodo Amat

Bodo amat adachi's Fam copy

Bodo Amat.

Ficlet Mix
Adachi’s Sibling
By Berly
Starring : [PTG’s] Adachi Yuto & [OC’s] Adachi Ruiha
| Family, Comedy, Fluff | T | 5 Ficlet-Mix |
“Hei, segala meniru bahasaku lagi.”
***

 
[Bodo amat 1.]
 
“Kak Yuto, tungguin Rui!”
 
Raut malas tengah menyinggahi paras Yuto, setelah tak bisa meloloskan diri dari presensi Ruiha saat baru keluar dari dalam kelasnya tadi. Sementara gadis yang berumur lebih muda setahun darinya itu masih kukuh untuk mengekorinya bak anak ayam yang sedang mengikuti sang induk pergi kemanapun.
 
“Pulang sendiri sana!” ketus Yuto tak mau ambil pusing perihal adiknya yang kini mulai cemberut.
 
“Apa tadi kakak bilang? Coba ulangi lagi kata-katamu itu!?” Ruiha kian bersungut-sungut.
 
“Pu-lang-sen-di—UWAA~!” Kata-kata Yuto menggantung lantaran Ruiha tiba-tiba menarik geram kemeja sekolahnya dari belakang, hingga nyaris membuat anak laki-laki remaja itu terjungkal.
 
SREEET … !
 
Suara apa itu? Pikir Yuto janggal. Setelah diasat-asati lagi olehnya, ternyata—
 
“RUI-CHAN, APA YANG … ?!!”
 
—seragam kemeja sekolahnya robek karena ditarik terlalu kencang oleh sang adik, hingga mengekspos sedikit kulit punggung di bagian belakangnya. Sebenarnya Ruiha itu seorang gadis remaja atau seorang kuli bangunan, sih? Yuto tak habis pikir kalau tenaganya kuat macam buldoser.
 
Tersangka pembuat masalah sontak mematung sejemang, lalu terkikik geli menertawai Yuto.
 
Sialan! Umpat Yuto dalam hati, rencana apiknya untuk menjemput guru privat lesnya sore ini jadi gagal akibat ulah sang adik yang menyebalkan. Padahal sebelum keluar gerbang sekolah tadi, Yuto sudah bercermin di dalam kamar mandi cukup lama, tak lupa memakai parfum, agar penampilannya saat bertemu dengan sang tambatan hati bisa terlihat rapi dan memukau. Gagal sudah rencananya, karena kemeja sekolahnya ditakdirkan robek hari ini!
 
“Makanya! Utamakan antar adikmu pulang dulu, baru setelahnya kau boleh menjemput guru Nikaido Ran!”
 
“Lihat saja, akan aku adukan ke mama!”
 
“Tidak takut! Akan aku adukan juga ke mama kalau Kak Yuto tidak mau pulang bersamaku, dasar jahat!”
 
“Bodo. Amat.”
 
***
 
[Bodo amat 2.]
 
Tak pernah terpikirkan oleh Ruiha sebelumnya, kalau setelah ia melompat jauh di pelajaran olahraga beberapa menit lalu, kakinya akan cidera karena salah posisi mendaratkan kaki di atas matras. Lalu dipapahlah ia ke ruang UKS melalui bantuan teman sekelas untuk diperiksa kakinya oleh Dokter Sekolah yang berjaga sore itu. Untung saja kakinya tidak kenapa-kenapa, hanya keseleo sedikit.
 
“Kau yakin bisa berjalan, tidak ingin menunggu Yuto datang kemari untuk menjemputmu?” tanya Dokter Sekolah sedikit khawatir pada keadaan Ruiha yang meminta segera ingin pulang sendiri.
 
Ruiha mengangguk seraya mengumbar senyum simpul. “Ya, aku harus segera pulang, bel pulang juga sudah berbunyi. Sepertinya aku akan pulang sendiri sore ini, Kak Yuto mungkin sedang sibuk. Maaf telah merepotkanmu, Dok, dan terima kasih atas bantuannya.” Gadis remaja itu pun langsung mengambil tasnya setelah membungkuk hormat untuk pamit.
 
Namun selang tak berapa lama, ketika baru saja Ruiha ingin menggeser pintu UKS, pintu itu tahu-tahu saja tergeser sendiri dengan gerakan cepat. Terdapat sosok Yuto di ambang pintu sedang menatap cemas presensi adiknya di hadapannya.
 
“Rui, kau tidak apa-apa?!” tanya Yuto khawatir sembari memegangi pundak adiknya, memeriksa keadaan gadis Adachi dari atas kepala hingga kaki. “Kakimu, bagaimana dengan kakimu?!”
 
Ruiha menilik bola mata sang kakak dengan seksama. Tak ada kebohongan, hanya ada ketulusan yang terpancar dari sana, sampai Ruiha kembali tersadar dari lamunan untuk segera menjelaskan keadaannya, “Kakiku hanya keseleo sedikit, Kak, tidak ada yang perlu dikhawatirkan, karena kata Dokter aku baik-baik saja.”
 
Yuto pun segera membalikkan badannya, menawarkan punggungnya untuk Ruiha. “Ayo cepat naik ke punggungku, kita pulang.”
 
Ada angin apa anak laki-laki remaja Adachi itu mendadak sangat perhatian pada gadis Adachi? Tumben. Biasanya dia akan menolak pulang bersama demi menjemput sang tambatan hati. Apalagi, dendam setelah insiden Rui tak sengaja merobek kemeja sekolah laki-laki itu takutnya masih terpendam di dalam hatinya. Apakah sumpah serapah itu sudah dihilangkannya sekarang?
 
“Ta-tapi.”
 
Nggak usah bawel, cepat naik.”
 
Ruiha tak ada pilihan lain selain menuruti perkataan kakaknya. Setelah tubuhnya digendong Yuto di punggung, selama di perjalanan menuju parkiran motor gadis itu terus berpikir penasaran tentang sikap aneh Yuto yang berubah drastis mengkhawatirkannya, makanya ia memutuskan untuk menanyakan suatu hal.
 
“Kak Yuto … sudah tidak marah lagi padaku?” Ruiha berucap pelan, sangat pelan, takut-takut menyinggung pemuda Adachi itu lagi.
 
“Aku masih marah, jangan kira karena aku punya cadangan seragam kemeja putih di rumah kemarin lalu aku telah memaafkanmu. Tapi, mulai sekarang kau wajib pulang sekolah bersamaku,” jawab Yuto santai, sedikit cuek.
 
Ruiha memanyunkan bibirnya ke depan, ada rasa senang juga rasa bete menyarang di batin, karena kakaknya masih bersikap acuh tak acuh padanya. Dia ini kakak macam apa? Ya jelas wajiblah, aku ini, ‘kan, adiknya. Pikir Ruiha datar dalam benak.
 
“Marahnya jangan kelamaan. Nanti Kak Yuto cepat tua, lho!”
 
“Tsk. Bodo. Amat.”
 
 ***
 
[Bodo amat 3.]
 
“Ma … Kak Yutonya, tuh, ma … jahat, nggak bolehin Rui ikutan main PS!”
 
“Cewek itu mainannya Barbie, bukan PS!”
 
“Ih, ‘kan, Rui nggak suka main Barbie!”
 
Ya udah sana main boneka aja, jangan ganggu!”
 
“Yuto … Ruiha … jangan bertengkar, hei!” teriakan ibunda mereka dari lantai bawah terdengar menggema hingga masuk ke dalam kamar Yuto di lantai dua rumah mereka.
 
“Rui-nya duluan, tuh, ma!” Yuto menimpali sembari mengapit bibir Ruiha menggunakan jemarinya, hingga menampilkan bibir monyong dari seorang Ruiha. Yuto kemudian terkekeh sember menatap ekspresi jelek milik adik perempuannya itu.
 
“Ih apaan, sih, Kak Yuto! Lepasin, dong!” kemaman Ruiha menguar sedikit tidak jelas lantaran artikulasi bibirnya terhimpit jemari Yuto. Tak mau kalah saing, akhirnya gadis itu pun balas mencubit kedua sisi pipi gembil milik Yuto.
 
“Aw, aw! Sakit ih, Dek!” ringis Yuto.
 
Kakak-adik itu tak ada yang mau mengalah, hingga presensi sang ibunda mereka hadir berdiri di ambang pintu kamar Yuto sembari menggeleng pasrah menatap kedua anaknya saling cubit-mencubit.
 
“Sini mama sita PS-nya. Kalian harus baikan dulu, baru mama kembaliin PS-nya, paham?” kata ibunda mereka setelah berhasil melerai kedua anaknya itu.
 
“Yah, jangan, ma!” rengek Yuto memelas.
 
“Minta maaf dulu sama Rui, baru mama balikin PS-nya.”
 
Nggak adil!” Yuto merengut, sedangkan Ruiha kepalanya sedang membesar.
 
Ruiha melirik-lirik jahil ke arah kakaknya yang tampak sedang bersedih hati. Lalu gadis itu menawarkan jemari kelingkingnya pada sang kakak, masih diiringi dengan kepalanya yang membesar.
 
Dengan terpaksa Yuto menautkan jari kelingkingnya pada jari Ruiha, demi seperangkat alat PS miliknya supaya tidak kena sita.
 
“Awas, ya, kalau mama dengar kalian bertengkar lagi.” Peringatan ditujukan untuk kedua anaknya dari sang ibunda.
 
Setelah ibunda mereka berlalu dari kamar Yuto, Rui kembali bersuara, “Tuh, dengerin kata mama.”
 
“Bodo. Amat.” jawab Yuto ketus, seketus-ketusnya. Sementara Ruiha kini mulai menyodor-nyodorkan boneka beruang besar kesayangannya—yang sedari tadi dibawanya dari kamar—ke wajah Yuto, bermaksud untuk menghibur hati sang kakak. Namun tampaknya itu tidak mempan. Sama sekali tidak.
 
 ***
 
[Bodo amat 4.]
 
Jeeez … Yuto mendengus pasrah ketika sang adik mendadak menghambur memeluk tubuhnya sembari menangis sesenggukkan, seperti habis kebakaran jenggot saja. “Sudah, jangan menangis,” kata Yuto menenangkan suasana hati Ruiha, sembari mengelus surai gadis remaja itu perlahan.
 
Cengkraman Ruiha sangat erat pada jaket abu-abu yang Yuto kenakan siang ini, hingga membuat Yuto kasihan juga melihat adik perempuannya ketakutan sampai sebegitunya.
 
“Kak, matiin ulat bulunya!” Masih sambil menangis di pelukan sang kakak, Ruiha berbicara meminta perlindungan.
 
“Iya, iya, ulat bulunya sudah pergi, kok.”
 
“Kak, bodo amat, ya, bodo amat, kalau sampai ulat bulunya masih ada, Rui cekik nanti kamu, Kak!” Rui semakin mempererat pelukannya, masih dengan bulir airmata yang mengalir deras dari pelupuk.
 
“Iya, ih, bawel. Ulat bulunya sudah pergi! Eeh, jangan terlalu erat meluknya, kakak susah napas, nih, woy!” Yuto menepuk-nepuk punggung Ruiha pelan, menyadarkan gadis itu bahwa Yuto juga makhluk hidup, butuh bernapas. Adiknya benar-benar sudah gila mungkin. Dikira Yuto itu boneka beruang cokelat super besar milik Rui yang menetap di kamar gadis itu apa? Boneka tak hidup yang kalau ditusuk-tusuk jarum pun tidak akan protes!? Dasar gadis menyebalkan.
 
“Bodo. Amat.”
 
“Hei, segala meniru bahasaku lagi.”
 
 ***
 
[Bodo amat 5.]
 
Desisan suara air dan minyak goreng yang dipanaskan tercipta di sabtu pagi menjelang siang hari. Hari ini hanya ada eksistensi Yuto dan Ruiha di kediaman Adachi. Orangtua mereka sedang pergi memenuhi undangan pernikahan teman ayah mereka. Kalau begini jadinya, Yuto harusnya tadi tidak usah rela-rela menolong sang adik yang tiba-tiba ingin minta dimasakkan spageti, lebih baik anak laki-laki remaja itu duduk di depan kipas angin yang menyala, sembari membaca buku komik yang baru dibelinya kemarin sore untuk menikmati waktu liburnya.
 
“Astaga, Kak, spageti macam apa itu?!”
 
“Kau bodoh, ini spageti model baru, tahu.”
 
“Model baru, model gosong iya.”
 
“Lagian kau memang bodoh, menyuruhku memasak spageti … aku, ‘kan, tidak bisa memasak, Rui!” Ingin rasanya Yuto mencekik adiknya sendiri kalau saja membunuh itu tidak dosa, atau lagi, kalau saja Ruiha itu bukan manusia yang ditakdirkan untuk satu darah dengannya. Namun, beruntungnya Ruiha adik Yuto.
 
“Aku tidak mau makan spagetinya ah, lalu aku makan apa?” rengekkan Ruiha membuat Yuto mengelus-elus dadanya perlahan. Sabar. Sabar. Sabar. Anak sabar disayang Tuhan.
 
“Bodo amat, ya, Rui. Bagaimanapun juga kau harus menghabiskan spageti buatanku karena kau sendiri yang minta! Atau kalau masih nggak mau, makan rumput di taman depan saja sana, masih segar dan nggak gosong seperti spageti ini!”
 
“Ah, Kak Yuto payah.”
 
Ingin rasanya Yuto mengumpat. Ingin rasanya Yuto berkata kasar. Namun tetap saja pada akhirnya diurungkannya niatan itu. Pun malah berakhir dengan tangan Yuto yang mencubit gemas sebelah pipi Ruiha, untuk menyadarkan kelakuan gadis itu yang sungguh menyebalkan. “Dasar anak manja!”
 
“Aw! Bodo. Amat. Kau juga manja!” Ruiha meringis, lalu menjulurkan lidahnya keluar setelah cubitan di pipinya terlepas.
 
“Tuh, ‘kan, lagi-lagi kau meniru bahasaku!”
.
.
FIN
  1. Halooo, debut pertama Ber di PTGFFI! Mansae!
  2. Perkenalkan Adachi’s Fam yang aneh bin ajaib rusuh kyaaaa /peluk Yuto sampe bengek/.
  3. Terima kasih buat yang sudah baca dan meninggalkan jejaknya. Have a nice day, dan sekian.
  4. Visual Adachi Ruiha :11202993_153959724939512_303807329_n
Advertisements

Author: Berly

I shoudn't want you, but I do. I still write about you, anyway.

18 thoughts on “[Ficlet-Mix] Bodo Amat”

  1. Buat yuto; kak membunuh itu wkwkwkw gak dilarang kok seriusan (sesat) yah palingan cuma masuk penjara ataugak dibunuh balik sama arwah (eh) XD

    Buat ruiha; emesh bangettttt kamu ih pingin ku cubitin sampe tirus ><

    Buat kakber; ……….yuto buat aku aja ya kak ber? XD

    Liked by 1 person

    1. Sesat banget Yuto jangan didengerin omongan si Ji! BHAK
      Kyaaaa Ruiha dibilang emesh sama Kak Ji kyaaaaa /plak/

      Buat kakber; ……….yuto buat aku aja ya kak ber?
      ^
      /Insert emoticon pisau (99999)/

      XD XD XD Thankies dah mampir di ff aneh bin ajaib ini Ji!

      Liked by 1 person

  2. INI EMANG SEGALA BODO AMAT BHAY

    Getau kenapa pas baca ini yang seharusnya bayangin muka galak yuto bikos si adeknya nyebelin malah kebayang abs-nya yuto /plak/

    TAPI INI KIYOT DEH BENERAN KIYOT KAYA MBAAY BHAY

    Liked by 1 person

    1. MBAAY! INGET PUASA MBAAY, ASTAGA. Btw ini bukan abs, tapi punggungnya yang sudah terekspos di ff ini BHAK XD /dikeplak/. Makasih sudah mampir baca mbaay kyaaaaaaa ❤

      Like

    1. KAK ASHA SAMA MAMAZ JINHO AJAAA. KAK YUTONYA MASIH KUDU NGURUSIN RUI DULU YANG BECUS, BARU BOLEH NGURUSIN ANAK GADIS ORANG KYAAAA. /dikeplak/

      Maaci kaksha dah mampiiiirrrr ❤

      Like

  3. ADACHI FAM TELAH DEBUT AIIHIHIHIHIII ~~~

    BAYANGIN YUTO JADI KAKAK SUPER NYEBELIN TUH GIMANA YA………SECARA DIA MUKA OM YANG BERWIBAWA YAH, JANGAN SALAHIN DON KALO MALAH BAYANGIN DIA TERIAK TERIAK MENGGEMA DENGAN SUARANYA YANG SUNGGUH ADUHAI…. Buat ruiha, kamu masih idup kan mba? :”)

    AAAAKKHHH INI KIYOT SYELALEH ULALALAAAAA~~~ SEGERA CARIKAN YUTO KEKASIH YHAAA~~~ /ngacir/

    Liked by 1 person

    1. Anjay, bener juga yha. Ruiha XD kupingnya udah kebal sama suara bass Yuto BHAK ngekek. Masih hidup kok Kak Donna :’) buktinya Rui lagi bobok meluk Kak Yuto sampe bengek /tampar owe sekarang/

      KEKASIH YUTO ADALAH BERLIAN SEORANG /GA/
      engga deng, Tante dan Ponakannya hanya milik Johnny seorang ❤ /plak/

      Liked by 1 person

    1. Bawa pulang gih kakfeb, biar Yuto di rumahnya aman dan tentram XD engga ding, Yuto cinta Rui, Rui cinta Yuto {}
      Kyaaaa, maaci dah mampiiiirrr kakfeb ❤

      Like

  4. Ih kzl kzl kzl bodo amat si Rui-Yuto ngegemesin banget sih KZLLL
    Rasanya kaya liat keluarga sederhana yg bahagia lol x’3 mau kok punya kakak yg nyebelin cem Yuto asal juga gans kaya dia whahahahah (inisih keinginan terselubung punya kakak ganteng)
    NAISSEU KakBer~

    Liked by 1 person

    1. Hai, Adachi Ruiha cuma adik fiksinya aja, jadi bukan adik kandung dalam kenyataan. Kalau untuk masalah keluarganya saya juga kurang update, dan belum ditemukan informasi jelas tentang keluarga dalam fakta-fakta Yuto yang ada. Makasih sudah berkunjung baca fiksi ini.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s