[1st Staff Prompt] Fallen Angel

hongseok

“Fallen Angel”

by Mingi Kumiko

Δ Yang Hong Seok and a girl Δ fantasy, school life, hurt/comfort Δ PG-15 Δ Ficlet Δ

Prompt :

Teruntuk rasa yang tertumpuk di asa.

Summary :

Sebuah diskriminasi, air mata, dan rintihan pilu. Itulah yang kira-kira tergambar pada transmisi yang baru saja ia terima.

.

.

Jubah putihnya ternodai bercak-bercak tanah mampat. Sebelah tangan miliknya ia gunakan menumpu sekujur tubuh yang terasa ngilu. Ditengadahkan kepala untuk menilik alam sekitar yang melingkupinya. Tertangkap oleh pupil lelaki itu dedaunan rimbun pohon bedaru yang membuat sinar matahari terhalang untuk menyorotinya.

Seulas senyum terkulum tipis dari kedua sudut bibir. Kepalanya manggut-manggut beberapa kali, lega rasanya karena sudah mendarat di tempat yang tepat. Ia menyingkap sayap patahnya (ini adalah alasan mengapa ia harus repot-repot mendarat ke bumi dengan posisi yang sama sekali tidak indah; jatuh dengan posisi pantat duluan).

Kalau saja dirinya tidak meleng saat sedang terbang di angkasa, mungkin kejadian seperti ini tak akan ia alami. Sayap pesawat yang ditabrak memang tidak mendapatkan masalah atas insiden itu. Lain halnya dengan si korban penabrakan, meskipun transparan, namun dirinya masih bisa merasakan sentuhan dari besi terbang tersebut.

Namanya Hongseok, seorang malaikat yang kebetulan untuk periode ini ditugaskan membantu manusia mengatasi kekhawatiran berlebihan yang mereka rasakan. Sebelumnya adalah malaikat yang bertugas menyuburkan tanah. Menurutnya jabatan baru yang ia emban itu tidak terlalu berkesan. Manusia itu, kan, sulit dipahami.

Karena sayapnya patah, Hongseok jadi tak bisa kembali terbang. Butuh sekitar satu bulan untuk menunggu sayapnya beregenerasi. Ia mencoba bangkit dengan memaksa tungkai lemasnya berdiri tegak. Meskipun penuh dengan tumbuhan berwarna hijau yang menyegarkan, tetap saja Hongseok tidak suka karena suasananya terlalu lengang.

Ia menyusuri setapak yang dipenuhi daun-daun yang telah mengering. Sebenarnya Hongseok tak tahu ia hendak ke mana. Agaknya melangkah mengikuti insting merupakan ide yang bagus. Berhubung dia memang menyukai tantangan.

Sampailah ia pada ujung hutan. Manik obsidian pria itu pun refleks terbelalak mendapati apa yang ada di hadapannya. Ia pikir hutan identik dengan daerah yang jauh dari hiruk-pikuk. Namun kali ini matanya langsung disodori dengan sebuah sekolah yang dipenuhi dengan murid.

Sebuah sirene – yang hanya bisa didengar oleh dirinya seorang – terngiang hingga membuat telinganya pengang. Belum sempat Hongseok menggerutu kesal, namun sebuah pemberitahuan telah ia dapatkan. Pelupuknya pun terpejam, ia kumpulkan seluruh konsentrasinya untuk fokus. Dan tak lama setelah itu, sebuah gambaran tentang peristiwa pun tervisualisasikan di angannya.

Ia kembali membuka mata setelah melihat semua dengan jelas. Untuk beberapa jenak ia terpaku pada pakaian yang dikenakan oleh murid-murid sekolah itu. Hongseok yakin sekali kalau seragam tersebut sama persis dengan yang ada di penglihatannya tadi.

Sebuah diskriminasi, air mata, dan rintihan pilu. Itulah yang kira-kira tergambar pada transmisi yang baru saja ia terima. Tidak salah lagi, bukanlah ketidaksengajaan ia berada di sini. Pasti Pemimpin Agung telah menskenarionya.

Sebuah ide brilian terbesit di pikirannya. Agar dapat mengidentifikasi kasus yang harus segera ia tangani itu dengan cepat, Hongseok harus menyamar menjadi salah satu dari mereka. Dan… tsah! Sekarang pria sipit itu telah menjelma menjadi seorang murid yang mengenakan almamater coklat. Model rambutnya pun menyerupai anggota boygroup zaman sekarang.

Seluruh atensi tertuju padanya saat pemuda jangkung itu dengan gagahnya menyusuri koridor gedung. Fokus matanya dengan jumawa mengarah ke depan.

“Ya ampun, itu siapa? Keren banget!” gumam salah seorang gadis yang menatap Hongseok dengan raut berbinar. Mendengar parasnya dielu-elukan, malaikat berkedok murid SMA itu pun iseng menoleh dan memberikan mini heart padanya.

Kyaaaaa, dia manis sekali!” gadis-gadis lain dibuat memekik tertahan karena tingkahnya.

Sinyal-sinyal target sudah makin dekat ia rasakan. Setelah mendapat tempat yang sekiranya tak akan terjangkau siapa-siapa, Sang Malaikat pun mengeluarkan sebuah buku tua dari saku almamaternya.

“Teruntuk rasa yang tertumpuk di asa…” ujar Hongseok dengan mata terpejam. Tangan indahnya ia tempelkan di atas sampul buku itu. Memang terdengar aneh, namun kalimat itulah yang Hongseok gunakan sebagai sandi dari catatan pribadi miliknya.

Buku tua itu akhirnya terbuka dan memunculkan sebuah data berisi identitas seorang gadis lengkap dengan gambaran wajahnya.

“Kau enggak layak hidup! Harusnya kau ikut mati sama ayahmu yang hobi menyodomi para anak tetangganya!” hardik seseorang dari arah yang tak seberapa jauh menyapa pendengaran Hongseok. Dengan langkah mengendap pria itu berjalan menghampiri si empunya suara.

Ternyata insiden penyiksaan itu tengah berlangsung tepat di depan pintu kamar mandi wanita. Hongseok pun langsung berjengit ngeri tatkala melihat apa yang para gadis-gadis di hadapannya itu lakukan kepada si korban.

PLAK!

Sebuah tamparan keras menyatroni pipi seseorang yang sudah terbujur lemas pada dinding. Dan nampaknya itu bukanlah tamparan pertama yang ia terima jika dilihat dari pipi bulatnya yang sudah lebam.

“Hentikan sekarang juga, hei!” pekik Hongseok yang tak lagi sanggup melihat penyiksaan tersebut terus berlangsung. Suara parau itu menginterupsi para gadis dan kesibukan mereka terhadap korbannya pun sejenak teralihkan. Hongseok mengambil langkah seribu dalam usahanya menghampiri mereka.

“Siapa kau?!” tegur siswi berambut coklat dengan nada ketus.

“Seorang gadis harusnya bersikap lembut, bukannya brutal macam kalian!” Hongseok berkelakar. Dan tak lama setelah itu, otot mata tiga gadis pem-bully itu pun tertarik ke bawah. Kemudian kepala mereka menengadah lagi untuk menatap Hongseok.

“Baiklah, oppa… kami akan jadi gadis yang baik. Kalau begitu kami ke kelas dulu, ya…”

Terkejut karena mendadak saja gadis-gadis itu berubah drastis dalam waktu singkat? Tentu saja semua itu berkat kekuatan super yang dimiliki seorang malaikat macam Hongseok. Setelah gadis-gadis itu pergi, Hongseok pun langsung bersendeku untuk melihat kondisi gadis yang sedang terkulai lemah di hadapannya.

“Kau baik-baik saja?” Hongseok menggoyang-goyangkan lengan gadis tanpa nama itu. Mata sembapnya mengerjap. Dapat Hongseok dengar rintihan pilu saat meringis menahan sakit di sudut bibirnya yang berdarah.

Gadis itu masih berusaha keras mengumpulkan seluruh kesadaran.

“Bodoh! Kenapa kau menyelamatkan aku? Biarkan saja mereka mengakhiri hidupku! Aku ingin mati!” pekiknya sambil memukul-mukul lengan Hongseok dengan seluruh tenaganya yang masih tersisa. Sang Malaikat pun dibuat terlongo setelah mendengar celotehan tak masuk akalnya.

“Jangan merasa hidupmu berat. Tenang saja, dalam waktu dekat aku menjamin masalahmu akan selesai.” tandas Hongseok mantap.

“Karena mulai sekarang hingga sebulan yang akan datang, aku akan selalu berada di sisimu.” imbuhnya lagi. Gadis malang itu pun makin dibuat pilu dengan penuturan Hongseok yang tak jelas juntrungnya. Ah, mungkin dia sedang berdelusi saja, mengingat beban pikiran yang sudah menggerogoti akal sehatnya.

– END –

Baiklah, Lele tau sekali ini cerita enggak jelasnya keterlaluan.

Namun bisa apa diriku karena ide sudah macet begini.

Maaf, Kakay… prompt kecenya enggak tereksekusi sesuai harapan 😥

Advertisements

Author: Lelycchi

♬ Lely ♬ 99line ♬ warm hearted ♬ talk active ♬ let's be friend! ♬

4 thoughts on “[1st Staff Prompt] Fallen Angel”

    1. Hai kaklel I am back~
      Sejenak aku jadi inget sama M/V SM THE Ballad yang Missing You pas si cowo nemu bidadari jatoh :”v waks mungkin Hongseok ada sodara dari si bidadari/? Ya mungkin saja hanya Hongseok yang tau.
      Dan aku cukup terkesima dengan part ini> memberikan mini heart padanya. SEKETIKA AKU LANGSUNG BAYANGIN DI KEPALA SI HONGSEOK NGASI MINI HEART SAMBIL NYENGIR ANJIR IMAJINASIKU /Insert ikon lempar meja/
      Kurang nih Kaklel kurang, aku penasaran bagaimana kelanjutan antara si Hongseok dan cewe yang di tolong itu…. /kode minta sequel/
      Kece kaklel~<3

      Like

    2. Aduh MV yg mana tuh aku lupa tpi kaya pernah lihat di TV,
      Hihihi ~ tauk lah kak aku juga kepepet nulis ini deadline semakin dekat. Eh jatohnya ngabsurd T_T
      Iya kakji aku memang banyak luputnya :’) akhirnya dibikin bahagia ae lah kak wkwk
      Makasih kakji udah mampir dan komen ^^

      Liked by 1 person

  1. Aduh MV yg mana tuh aku lupa tpi kaya pernah lihat di TV,
    Hihihi ~ tauk lah kak aku juga kepepet nulis ini deadline semakin dekat. Eh jatohnya ngabsurd T_T
    Iya kakji aku memang banyak luputnya :’) akhirnya dibikin bahagia ae lah kak wkwk
    Makasih kakji udah mampir dan komen ^^

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s