[1st Staff Prompt] SAME

Ci_snyxVAAApjcZ

S A M E

Ficlet by jihyeonjee98 ©2016

Hurt/Comfort, Angst | G | [PTG’s] Kang Hyunggu (Kino) & OC Evelyn Kim

I just own the plot. The cast belong to God and his agency. Don’t be plagiarsm.

“Aku rindu. Hanya itu.”—prompt by; Angelina Park.

—o—

Hyunggu tidak akan pernah bisa memahami kalbunya sendiri. Serangkaian kata berawal dari—mantan—gadis pujaan menghancurkan segala kepercayaan diri yang sudah dua tahun lamanya lelaki itu bangun. Well, ini tidak sepenuhnya salah Hyunggu, toh, gadis yang saat ini tengah memutar-mutar cangkir dihadapannya juga memiliki tanggung jawab yang sama besarnya.

“Ada apa memintaku datang kesini?” Hyunggu berusaha sekuat mungkin bersikap layaknya seseorang yang sungguh-sungguh cuek. Bisa dibuktikan dengan; tatapan maniknya yang malas, sesekali melirik jam seperti pekerja lepas yang tengah terburu-buru mencari bahan editan. Bisa dikatakan itu hanyalah sekedar sampul, Hyunggu tidak bisa menampik mana kala saat ini kardionya berdetak cepat; antara takut si gadis tersinggung atau mungkin perasaan yang sempat hilang itu kembali lagi.

Kendati gadis—atau yang biasa di sapa Eve hanya bergeming, merundukkan kepalanya hingga surai moka menutupi wajahnya sempurna. Bisa dibilang saat ini Eve sangat malu bertatap pandang dengan Hyunggu, belum lagi perihal kesalahannya dua tahun lalu…

“Jika tidak ada yang ingin dibicarakan aku akan pergi,” gertak Hyunggu kemudian yang sukses saja membuat kedua iris Eve membulat. Wajahnya mendongak, seakan mengisyaratkan agar Hyunggu tidak beranjak dari tempatnya sekarang.

“Anu, hm, Hyunggu-ya—”

“—jangan berlagak mengenalku dengan baik.”

Seperti setetes racun yang menjalar sempurna didalam segelas air, begitupula dengan Eve saat ini. Serangkaian kata yang Hyunggu ucapkan sekon yang lalu, bagaikan sepenggal perasaan benci yang Hyunggu pendam selama ini, meskipun Eve tahu, kebencian Hyunggu padanya melebihi pedagang dikedai dekat sekolah saat Eve mengutang dan hingga saat ini Eve lupa membayarnya. “Aku rindu. Hanya itu—”

Hyunggu menginterupsi dengan tepuk tangan yang keras, “Wah, hebat. Jadi, kau bisa merindukan aku juga? Sungguh hebat, Eve.” Dengan singkat, tepukan tangan itu berubah menjadi gebrakan diatas nakas yang—cukup—keras, sekujur telapak tangan Hyunggu mulai memerah dibarengi dengan rasa perih berikutnya. Eve tersontak, gadis itu lantas bergeming, sorot maniknya mulai beralih kekanan serta kekiri. “Setelah dua tahun ini kau kembali, menghubungiku tanpa rasa malu, dan mengatakan kau rindu padaku? Permainan macam apa ini, Eve?”

Hyunggu menghembuskan nafasnya berat. Jemarinya meraih Ice Americano yang kini tinggal setengahnya. Hyunggu menyesapnya lamat-lamat, berharap api kemarahan yang baru saja mencuat naik bisa padam seketika. Hyunggu sudah mulai melupakan kenangan perihal dua tahun yang lalu, kenangan yang menurutnya lebih pahit ketimbang Ice Americano yang sudah habis disesapnya. Kenanggan menyangkut Eve yang saat itu pergi; tanpa sepatah kata perpisahan pun meninggalkan rasa sesak yang teramat didalam kalbu.

Jangan salahkan Hyunggu yang saat ini lebih memilih untuk mengatup rapat-rapat mulutnya, pun dengan semua sikap dingin yang secara sadar Hyunggu tampakkan. Nyatanya, Hyunggu tidak sedingin seperti yang terlihat. Hatinya hancur, bagaikan kelopak bunga sakura yang melayang kala angin mulai riuh menghantam. Di lain sisi, Eve pun tidak bisa mengelak mengenai sikap Hyunggu padanya, lantaran Eve tahu; ini semua terjadi berkat kebodohannya dua tahun lalu.

Iya, dua tahun lalu saat Eve memilih pergi dari kehidupan Hyunggu dengan lelaki lain, tanpa mengucapkan kata-kata sebagai penanda perpisahan antara dirinya, dan lelaki yang kini tengah menatapnya benci—Kang Hyunggu.

Namun sejemang memori melintas dalam nalar Eve, memori yang sesungguhnya enggan Eve bawa kedalam runyamnya permasalahan antara ia dan Hyunggu. “Aku tau aku bodoh, Hyunggu. Aku juga sadar akan segala kesalahan yang aku lakukan padamu,” Indera pendengaran Hyunggu tidaklah tuli untuk mendengarkan rentetan kata-kata barusan. Kendati fokus maniknya masih sama, masih menatap Eve penuh dengan kebencian serta amarah yang membara.

“Tetapi semua yang aku lakukan tidak sepenuhnya kesalahanku, Hyunggu.”

Hyunggu bergeming, kali ini nalarnya sungguh lamban mencerna maksud dari ucapan Eve barusan. Sungguh, Hyunggu berulang kali memutar-mutar isi otaknya, tidak ada satupun teori yang bisa menjelaskan apa maksud dari perkataan Eve barusan; atau mungkin, Hyunggu lebih tidak menyadari kesalahannya.

Hyunggu sama dengan Eve, omong-omong.

.

.

.

“Bukankah, kau juga dulu meninggalkan aku dan pergi bersama Ginny?”

-fin.

a/n;

  1. Maafkan aku kaknjel prompt cansnya jadi gamang kayak gini….. Aku sungguh lemah kalau bikin prompt fiction kak, sungguh, aku gagal :’v
  2. Buat teteh donna, sepertinya aku tidak akan membegal Eve dan juga Ginny karena aku kehabisan ide buat begal-begalan…….
  3. Dan apa ini? Fic macam apa ini………?
Advertisements

Author: jihyeonjee98

Ji Hyeon | 98L | Seokjin biased.

3 thoughts on “[1st Staff Prompt] SAME”

  1. ALAMAK DASAR EVE TUKANG NGUTANG!!!
    Kesel ih kesel sama cowo omdo macem Hyunggu, punya hak apa lo benci ama eve pdhl lu sendiri juga sama cih /stiker meja melayang/
    Ini kece kok kakji ~ aduhai sekali bikin aku gemes sama hyunggu pengen tak makan ><

    Liked by 1 person

    1. IYA NIH SAMPE SEKARANG EVE BELUM BAYAR! /PLAK

      Hyunggu omdo ganteng ya hati eve bisa berbuat apa kaklel /eh waqs picisan ini gapantes dibilang kece kaklel absurd ini mah 😦 Tengkyu kaklel sudah membaca uhuyy ❤

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s