[1ST STAFF PROMPT] Lunch from Rui

Wooseok

Lunch from Rui

By Berly ©2016

| Starring : [PTG’s] Jung Wooseok, [PTG’s] Adachi Yuto, [OC’s] Adachi Ruiha | Genre : Comedy, Friendship, Drama, Family, slight! Romance | Duration : Ficlet | Rating : Teenager |

Disclaimer : I just own the plot! This is just fiction!

.

“Ini aku yang terbawa suasana atau dia yang tidak peka?”— Prompt by I’m just girls.

***

.

.

Kring kring kring!

Serentetan suara bel sepeda berhasil menginterupsi sedikit atensi Wooseok di pinggir lapangan, membawa sorot mata itu merujuk ke arah mata seekor—ralat—seorang gadis manis berambut bergelombang dengan topi snap yang tengah eksis bersama sepedanya di balik sekat jaring sebuah lapangan futsal terbuka.

“Kak Ucok, ada Kak Yuto tidak?”

Iseng sekaligus modus, adalah dua kata yang mungkin bisa dijuluki untuk gadis manis itu kali ini. Ya, Ruiha—si adik perempuan  Yuto—tampaknya sedang bertingkah modus-modus berhadiah, berbasa-basi menanyakan keberadaan Yuto pada kakak kelasnya—yang baru saja dipanggil ‘Kak Ucok’—tanpa memandang presensi orang-orang di sekitar yang kini tengah memandangnya aneh.

Sedikit berdebar rasanya hati Wooseok ketika melihat senyum Ruiha selebar itu memandanginya. Bukannya berdebar apa-apa, hanya saja … kenapa, sih, gadis tengil Adachi itu harus memanggilnya dengan penggalan ‘Ucok’? Mau taruh di mana muka Wooseok detik ini? Mungkin gadis Adachi itu memang benar-benar minta dipacari, karena tetap kukuh tidak mau mengubah nama panggilan anehnya—sejak pertama kali Wooseok bertandang ke kediaman Adachi beberapa hari lalu. Terlalu imut, batin Wooseok geli sendiri di dalam hati. Dan orang-orang di sekitar juga pasti sudah menyimpulkan dalam benak masing-masing, bahwa, gadis itu—Ruiha—adalah pacar Wooseok yang tengah bertingkah—sok—imut detik ini.

“Yuto sedang ada di kamar mandi, Rui, mau kupanggilkan?” jawab Wooseok santai seraya mendekati sekat jaring dan memasang senyuman yang memesona bersama jersey futsalnya. Tidak ada salahnya bagi Wooseok jika meladeni modusnya Ruiha, kan? Wooseok rasa Ruiha juga tertarik padanya.

“Oh, itu Kak Yuto, tidak perlu dipanggilkan Kak Ucok, terima kasih.” Ruiha menyeringai lagi sembari tangannya menunjuk ke arah presensi seorang remaja laki-laki yang baru datang—di salah sudut lapangan. Ruiha pun memarkirkan sepedanya sejenak di tempat itu, kemudian turun sambil membawa beberapa tentengan di tangannya.

Wooseok sontak memerhatikan gerak-gerik Ruiha yang kini bersikap biasa saja setelah berbicara dengannya, lalu gadis itu menghampiri Yuto—masih dengan senyuman lebar yang selalu terpatri di parasnya. Ia memberikan sebuah tentengan—yang kalau boleh Wooseok menebak—tentengan itu adalah kotak bekal berikut air mineral di dalam botol. Adik yang sangat berbakti sekali kepada kakak laki-lakinya, pikir Wooseok bersama naiknya salah satu sudut bibirnya ke atas.

Wooseok masih memerhatikan tingkah kedua kakak beradik itu, sembari menduduki sebuah bangku panjang di pinggir lapangan, meski kadang ia juga sengaja mengalih-alihkan pandang ke arah teman-temannya yang lain yang sedang bermain futsal. Tak lama, Yuto pun datang menghampirinya seraya membawa tentengan bekal dari Ruiha. Sementara Ruiha sendiri akan kembali berlalu membawa sepedanya lantas berpamitan dengan Wooseok dan Yuto dari balik sekat jaring.

“Kak Yuto, Kak Ucok, Ruiha pulang dulu ya!” Gadis manis itu kini melambaikan tangan pada kedua pemuda yang sedang terduduk di bangku panjang yang sama. Yuto tersenyum manis untuk adiknya seraya balas melambai, sementara—

“Hati-hati di jalan Rui-chan!”

—Wooseok, ikut menyahuti dengan suara yang begitu bersemangat, sembari tangannya pun membalas lambaian tangan Ruiha bersama senyuman lebar.

Caper banget. Batin Yuto sembari melirik Wooseok aneh.

“Ekhem … tampaknya ada yang baru diantarkan makan siang, nih?” Wooseok bersuara ketika eksistensi Ruiha sudah berlalu dari sekitar lapangan.

Yuto tak merespon perkataan dari mulut sang karib, lantas ia langsung membuka bungkusan tentengan—yang di dalamnya terdapat sebuah kotak bekal lumayan besar. Wooseok melongokkan kepalanya ke arah bekal yang baru dibuka oleh Yuto. Tentu saja Wooseok sangat penasaran.

Aroma yang terkuar ketika Yuto membuka tutup bekal membuat mulut Wooseok dipenuhi dengan air liur. “Hmm … Ruiha adik yang baik sekali, sih, masakin kakaknya daging asap untuk makan siang?” Wooseok menggoda Yuto, barangkali Yuto rela membagi segigit atau dua gigit daging asapnya untuk perut Wooseok, apalagi kalau yang masak benar-benar Ruiha, Wooseok akan sangat senang memakannya.

Yuto mengangguk tanpa suara untuk sebuah hipotesa yang diceletuk Wooseok; bahwa yang memasak bekalnya itu adalah Ruiha. Kemudian anak remaja laki-laki itu langsung melahap bekalnya setelah berdoa dalam beberapa jemang, tanpa mempedulikan Wooseok yang masih melongo di sampingnya.

Gigitan pertama begitu terasa lezat di dalam lidah Yuto, berhasil membuat Wooseok meneguk cairan ludahnya dalam-dalam. Eh mendadak pula perut Wooseok keroncongan—bunyinya juga sangat keras! Membuat Yuto kembali sengaja memandangi sang karib dengan tatapan menggoda.

Sial. Ini aku yang terbawa suasana atau dia yang tidak peka? Batin Wooseok terdengar begitu menderita.

“Kaukira daging asap ini Ruiha yang buat? Kenapa? Harusnya dari penampilan tomboy luar Ruiha membuatmu berpikiran kalau Ruiha tidak bisa memasak, bukan?” Akhirnya setelah sengaja diam seribu bahasa, Yuto menguarkan tanya kepada Wooseok.

“Ya … aku, kan, hanya menebak saja. Kalau Ruiha benar bisa memasak, berarti itu nilai plus lagi selain dari senyuman lebar manis miliknya yang begitu—”

“Hey, hey, hey! Berani-benarinya kau menggoda adikku di depanku?!”

Wooseok menyeringai lebar—cengengesan—di depan ‘calon kakak iparnya’ (kalau boleh Wooseok sebut sendiri).

Hening beberapa jemang.

“Tapi …,” sembari menelan ludahnya berkali-kali Wooseok kembali bersuara … sangaaaaat pelan, “aku diizinkan, kan, bila memacari adikmu, Yuto?” Tanpa disadari keduanya, suara Wooseok tertimpal oleh suara teman-teman mereka yang sedang bermain di tengah lapangan futsal.

“Apa tadi katamu?” Yuto mengernyitkan dahinya, kembali memandang wajah karibnya tak mengerti di sebelah kanannya.

Wooseok mematung, kemudian ia sontak memutuskan untuk merubah pertanyaannya ke; “Boleh tidak, aku-minta-daging-asapnya?!” kata Wooseok berpura-pura sedikit ketus.

Oke, kali ini Wooseok kembali merana karena Yuto … PELIT SEKALI.

“Minta buatkan Ruiha lagi saja sana kalau mau makan daging asap.”

“Eh, kau serius? Ternyata Ruiha benar-benar yang memasak daging asap itu?”

Yuto mengangguk santai, namun hatinya menggeleng kuat.

“Dan kau mengizinkanku, bila aku memintanya untuk memasakkanku makan siang daging asap?”

Lagi. Yuto mengangguk dengan senyuman lebar yang mengembang untuk Wooseok.

“Baiklah, kalau begitu, besok aku akan langsung memintanya untuk memasakkanku daging asap.” Wooseok kini mulai percaya diri dengan keputusannya. Namun ia tetap merasa merana, karena Yuto tetap tidak mau membagi barang segigit daging asap yang masih menggoda tenggorokkannya itu.

Tak tahu saja dia, kalau Ruiha memasak seperti apa hasil jadinya. Kukerjai kau, Wooseok, si tukang caper anak gadis orang. Yuto membatin evil sembari terkikik geli di dalam hati.

.

.

FIN

  1. Akhirnya bisa selesai juga prompt challenge-nya walau gaje dan diakhiri dengan kenistaan Wooseok dan Yuto di sini :’) /melipir ingus/
  2. Kyaaaa Ruiha bahagia sekali disekelilingi oleh pemuda-pemuda seksi-nan tamvan–namun nista—cem Yuto dan Wooseok!! /dibalang/.
  3. Read also : Bodo Amat
  4. Terima kasih buat yang sudah mampir dan sudi meninggalkan jejaknya ❤
Advertisements

Author: Berly

I shoudn't want you, but I do. I still write about you, anyway.

5 thoughts on “[1ST STAFF PROMPT] Lunch from Rui”

  1. Sebelum komen maaf-aku-baru-nongol-karena-kemarin-cuma-nyepot-like-doang XD
    Okay, jadi hidup Rui dan Bening itu sungguh persis sekali, selalu dihinggapi oleh manusia-manusia gans. Varokah sekali kalian berdua……

    Dan okayyy! Kebiasaan kakber bilang wooseok itu ucok sampai di Rui juga, GEMEZ IH DIPANGGIL UCOOOOKKKK!!!! Ini gemez lah pokoknya mereka gemez wooseok lagi yalord laper banget ya mas sampe nahan air liur gitu? ><
    Aju naiseu kakber~XD

    Liked by 1 person

    1. Dd Rui emang nggemesin kak :’) Ber pengen remet-remet Rui rasanya wkwkw. /hati-hati dibalang Yuto Wooseok Ber./ lol. Gataulah kenapa Ji, Ber ingin sekali menistakan kedua pemuda remaja nan seksi dan tamvan ini wkwkwk XD /dibalang/ Makasih banyak sudah mampir dan meninggalkan jejak pokoknya ya Ji! Sayang Ji si istrinya Wonho /gak/ kyaaaaa /ngacir/

      Liked by 1 person

    1. KAFEEEB :’) Ucok memang menggelitik hati XD wkwkwk ngakak. Pokoknya makasih yha kafeb sudah mampir baca dan komeeen! awas tiati dibalang murid sendiri karena senyam senyum tergelitik kak /insert emot I can’t stop smiling./ /lalu ber dibalang karena kepedean/

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s