[1st Staff Prompt] Detik Terakhir

yan

Angelina Triaf ©2016 Present

Detik Terakhir

Yanan (Pentagon) | Hurt/Comfort | G | Ficlet

“Tiga puluh hari aku berhitung, entah pada hitungan keberapa aku kehilanganmu.”

0o0

Dua sisi selalu terlihat menyenangkan untuk ditilik. Tentang bagaimana pandangan manusia terhadapnya, tentang jawaban dari masing-masingnya. Perihal itu saja sudah membuat tiap orang dapat berspekulasi sesuai sudut pandangnya masing-masing. Terkadang menyebalkan, memang. Tapi sudah jalannya seperti itu, hendak bagaimana lagi?

Layaknya melirik matematika. Pelajaran satu itu selalu saja menjadi topik perbincangan yang seru tentang pro dan kontra. Mana yang menjadi kesukaan dan mana yang tidak. Sebenarnya hanya teori mudah yang bisa dijabarkan dengan sangat sederhana, karena dalam faktanya kita selalu menggunakan dasar matematika untuk menjalani hidup.

Ketika kita melangkah di taman yang luas, tiap pilinan langkah membentuk hitungan yang dirasa cukup menyenangkan untuk terus ditelusuri. Sebuah pandangan samar yang bersatu antara jalan setapak dan juga jalan kehidupan yang selaras.

Disebut ilmu hitung. Berhitung adalah rutinitas manusia, entah itu dalam hal lumrah atau tentang perkara yang paling sulit sekalipun. Adalah keahlian pemuda itu dalam menghitung semua yang terjadi dalam hidupnya, membentuk prediksi dengan tingkat akurasi sembilan puluh tujuh persen. Ialah Yanan, yang selalu menilik polah pandangan manusia lain terhadapnya.

“Kau lebih mirip cenayang ketimbang dokter.”

Jelas dalam ingatannya senyum yang dipaksakan namun terlihat sangat manis kala itu. Di bawah pohon sakura yang bermekaran. Suasana klasik dengan tambahan angin sejuk ataupun langit cerah di setiap narasinya. Karena memang hal itu benar adanya.

“Jangan coba menghiburku dengan mengatakan akan lewat dari tiga puluh hari. Mungkin saja besok? Atau bahkan lusa?”

“Lebih baik kau minum obatmu dan langsung tidur ketimbang berbicara aneh seperti itu.”

Masih sangat jelas dalam ingatan pemuda itu, sosok cantik yang tiap hari duduk memandangi hijaunya taman. Di pagi hari dirinya tak lupa melingkari angka di kalender duduk yang bergambarkan Menara Namsan.

Yanan tahu seharusnya hari itu ia menyerah saja. Pemuda itu sangat tahu akan kemampuannya, karena tentu saja ia bukan Tuhan.

Tapi sesekali bersikap egois tak ada salahnya, ‘kan? Seperti menangis layaknya anak kecil, toh dengan meraung pun tak akan bisa mengembalikan mereka yang telah pergi.

Seorang Yanan yang tak pernah meragukan ilmu hitungnya, yang tak pernah bosan melawan setiap kontra matematika yang dilayangkan padanya, kini hanya bisa terdiam menghitung gugurnya dedaunan yang tampak melalui jendela ruangannya.

Mungkin sembari menghitung tahun-tahun yang akan berlalu nanti, akan secepat apa waktu berjalan sampai Yanan dapat tersenyum lagi.

FIN

Advertisements

Author: Angelina Triaf

Usually be called Angel or Princess. Just an extraordinary girl who looks ordinary.

2 thoughts on “[1st Staff Prompt] Detik Terakhir”

  1. AAAAAAAAAAAAAHHH! Gak nyangka banget dari prompt ece-ece begitu tercipta karya daebak ini;-;
    Aku suka banget nih! Eottokhae!? ;-; (lah)
    Entah emang jodoh apa gimana tapi pas buat prompt ini pun aku mikirin alur yang kurang lebih begini (maksudnya tentang cast yang ditinggal pergi karena cast yang satu lebih dulu berpulang)

    Terima kasih banyak atas kerja kerasnya (?) membuat promptku jadi masuk di akal (duh, jelasinnya ga bisa ;-;)

    Lots of love,
    Atatakai-chan

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s