[Vignette] How I Met You

yuto2.jpg

Yuto Adachi.

by. ashaxchanx

G – fluff, romance.

“Es krimmu sudah meleleh.”

“Yuto?”

Aku melongokkan kepala, mengalihkan perhatian yang semula fokus pada monitor komputer. Panggilan Ibu mutlak tidak boleh kuelakkan. Wanita yang menurutku masih sangat cantik—dan menurut semua orang—untuk seusianya, tersenyum ke arahku. Beliau memakai celemek yang biasa digunakan untuk berkebun. Aku mengerutkan kening. “Ibu menanam sesuatu?”

“Bisakah Yuto membelikan sesuatu untuk Ibu?” suaranya penuh harap. “Masih ada tempat yang cukup untuk dua pot tapi Ibu sudah kehabitan bibit.”

Aku menggerakkan kursorku kilat. “Tidak masalah. Beli apa?”

“Karena Yuto suka kaktus, bagaimana jika beli dua pot kaktus kecil?” tanya Ibu, tersenyum lagi. Aku tertawa kecil. “Baiklah. Aku akan segera kembali.” Aku mengambil mantel cokelat muda yang tergantung di kursi.

Toko yang menyediakan bibit tanaman, bunga potong dan kaktus berada empat blok dari apartemen tempat tinggalku. Aku hanya perlu berjalan kaki. Toko itu berjajar dengan toko buku bekas yang selalu ramai. Menurut temanku yang hobi membaca, di sana menjual buku dari segala penjuru dunia, dalam segala bahasa. Bukan hanya bahasa Jepang tapi juga bahasa Inggris dan bahasa asing lainnya. Di depan toko buku tersebut, ada gerobak yang menjajakan es krim. Murah meriah tapi rasanya sangat enak.

Kurang beberapa langkah lagi, aku akan sampai di toko tanaman. Namun, langkahku terhenti.

Pandanganku terpagut pada seorang gadis kecil yang berdiri di depan toko buku, membawa dua es krim di tangannya. Ia seperti sedang menunggu seseorang. Tasnya yang berbahan kanvas diletakkan begitu saja di dekat kakinya—terbalut sepatu keds putih yang sedikit lusuh. Di leher gadis itu terlilit syal rajut putih yang tebal, aku bahkan tidak bisa melihat dagunya. Rambutnya dikuncir, ia memakai topi berwarna krem.

Tak lama kemudian, seorang gadis lain keluar dari toko buku, mengenakan lipstik warna merah buah ceri, tampaknya berusia sedikit lebih tua—sepertinya enam atau tujuh tahun, entahlah—dan menghampiri gadis itu. “Chinatsu, maaf ya. Pasti menunggu lama.”

Gadis itu menggeleng. “Tidak apa-apa. Ayo segera pergi. Es krimmu sudah meleleh.”

Aku masih terpaku di tempatku. Keduanya melenggang melewatiku. Samar-samar, aku menghirup aroma segar mentimun ketika ia melintas. Aku membalikkan badan. Mengamati punggung gadis itu hingga cukup jauh.

Aku menarik napas.

Kuletakkan telapak tanganku di dada. Berdentum kencang. Luar biasa.[ ]

.

.


ashaxchanx ©  2016

 

Advertisements

Author: asha

i write to express not to impress, to tell people the way how i become immortal, to find an endless happiness and how to travel the time. i was born to beat, indeed.

5 thoughts on “[Vignette] How I Met You”

  1. Aduhhauhauyhauyjuhauduhauhdujuyhyuyuhuuhuhuhu akhirnya yuto senpay huhuhuhuhuh <333 untung bos lg duduk di luar huhuh ini aku ga bisa berhenti cengar cengir :((((
    Ini pendek banget huhuhuh aku mau lagiiiiiiiiiiiiii

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s