[Ficlet] Her Hair

Processed with VSCO with a4 preset

Her Hair

story by ayshry

[PTG’s] E.Dawn – [OC’s] Aylee Jeon

AU!, Fluff/Ficlet/G

***

Menikmati es krim di siang yang terik ini adalah pilihan yang dibuat oleh Hyojong dan Aylee yang kini sama-sama duduk di bangku taman. Memegang satu cup es krim di masing-masing tangan, keduanya sibuk dengan dunianya sendiri hingga semilir angin menerbangkan rambut panjang Aylee yang menyapa wajah sang pemuda tiba-tiba.

“Oi, Nona Jeon.”

Tanpa mengalihkan pandangan, sang gadis bergumam pelan.

“Kau tidak risih dengan rambut panjangmu itu?” Meletakkan cup es krimnya yang setengah kosong, Hyojong kini melayangkan tatapan serius pada gadis di sampingnya.

“Tidak.” Masih tak mengalihkan padangan, si gadis menyahut.

“Di cuaca yang panas ini kau yakin tetap membiarkan rambutmu tergerai? Ck, aku yang melihatnya saja risih, apalagi—“

“Dasar cerewet! Lagi pula aku sudah biasa dengan rambut panjang, tahu. Cuaca panas seperti ini tidak ada apa-apanya.”

Berdecak kesal, Hyojong lekas berdiri dan mengayunkan tungkainya meninggalkan sang gadis sendirian.

“Mau ke mana?” Kali ini, Aylee mengangkat kepalanya. Mengabaikan cup es krimnya yang telah kosong dan mulai menampakkan rasa pedulinya kepada sang pemuda yang sudah berjalan sedikit menjauh. “YA, KIM HYOJONG!”

“TUNGGU SEBENTAR!” Balas berteriak, Hyojong kini berlari menuju sebuah kios yang berada tak jauh dari tempatnya tadi.

Menunggu dengan tak sabaran, Aylee mendapati cup es krim milik sang pemuda yang masih bersisa. Tanpa meminta persetujuan atau setidaknya menunggu sang pemilik kembali, ia sudah terlebih dahulu meraihnya dan menghabiskan isinya bahkan sebelum Hyojong tiba lagi di dekatnya.

Aylee merasa kebosanan ketika sosok sang pemuda muncul di seberang jalan; berlari ke arahnya dengan membawa sebuah bungkusan di tangan.

“Membeli apa?” Aylee bertanya ketika pemuda Kim itu tiba.

Tak mendapatkan jawaban, yang ia terima malah sebuah dorongan yang membuat gadis Jeon tersebut duduk membelakangi Hyojong dengan terpaksa.

“Hei, apa yang—“

“Sudah, diam saja.” Hyojong menyela. “Aku akan memperbaiki rambut jelekmu itu. Beberapa hari yang lalu, Dayoung menonton sebuah drama dan di sana ada adegan di mana seorang laki-laki merapikan rambut gadisnya.”

“Dan kau ingin mencobanya juga?” Aylee tergelak hebat lantas sebuah tepukan pelan di belakang kepala membuat sang gadis mengeluarkan protesnya. “Sakit, tahu!”

“Makanya diam saja!”

Pemuda Kim itu mulai sibuk meraih helai demi helaian rambut milik sang gadis. Merapikannya dan menjadikan satu di tengah-tengah; tampaknya ia sedikit kewalahan lantaran beberapa helai kembali terjatuh seakan enggan dipersatukan.

Diam-diam Aylee terkekeh. Ia tahu jika sang pemuda mulai merasa kesal karena rambutnya yang sulit diatur, namun tetap saja ia memilih untuk diam dan melihat seberapa jauh yang bisa dilakukan oleh pemuda yang dua tahun lebih tua darinya itu.

“Aku tak tahu ternyata mengikat rambut jauh lebih sulit dari yang kubayangkan.” Ada desahan kesal yang menguar sedang tangannya mulai menempatkan ikat rambut lantas mengikatnya hati-hati.

“Hei, jangan ditarik seperti itu. Sakit.” Aylee meringis membuat Hyojong menghentikan kegiatannya.

“Maaf,” ia menyengir. “Jangan bergerak, nanti rambutmu tertarik lagi.”

“Huh, kalau tidak bisa, sini biar aku sa—“

“Sebentar lagi, sabar, dong!”

Aylee Jeon pasrah. Mengembuskan napas kuat-kuat sang gadis tak ingin lagi memulai perdebatan. Keinginannya kini hanya satu: sang pemuda lekas menyelesaikan pekerjaannya dan penderitaannya pun segera terhenti.

Kalau saja ia tak menyukai pemuda itu, mungkin setiap helai rambutnya yang tertarik dan menimbulkan rasa sakit di kepala akan dibalas dengan satu pukulan di wajah atau gigitan di pundaknya. Setidaknya Aylee masih mampu menyembunyikan rasa sakitnya hingga—

“Oke, selesai.”

Bernapas lega, sang gadis lekas berbalik dan melemparkan senyuman manis. Tangan kanannya mulai meraba hasil ikatan yang pemuda—yang ia tebak, pasti hancur dan berantakan.

“Lihatlah, kau lebih cantik dengan rambut terikat, tahu!”

“Aku sudah cantik dari dulu, asal kautahu. Dan ….”

“Dan?”

Dan lain kali aku takkan membiarkanmu menyentuh rambutku lagi kalau kau hanya ingin membuatnya semakin berantakan.

“Hei, Ay!”

“O-oh, ya.”

“Kau ingin bilang apa tadi?”

“Oh? Tidak. Tidak ada apa-apa.” Aylee kembali memasang senyum. “Jadi … ayo kita lanjutkan kencan kita, Kak!” Menarik paksa tangan sang pemuda, Aylee kini membawanya berlari menuju jalan setapak.

“Kencan? Hei, ini bukan kencan, Aylee Jeon. Kau memaksaku datang ke sini, memintaku membelikanmu es krim sedangkan kuliahku harus terbengkalai karenamu dan kau sebut ini kencan? Dasar gadis aneh!”

Bodo! Pokoknya kita sedang kencan. Lagi pula kau sudah melakukan satu hal romantis padaku tadi. Jadi, jangan mengelak, kau menyukaiku juga, ‘kan, Kim Hyojong?”

Ck, bisa gila aku kalau menyukai gadis urakan sepertimu.”

“Ayolah, jangan berbohong. Aku tahu kau menyukaiku juga. Iya, ‘kan?”

“Terserah kau saja!” Meski nadanya kesal, namun Hyojong tertawa setelahnya. Membuat Aylee melompat kegirangan, pun semakin mempererat genggaman.

Setidaknya, meski Aylee harus merasakan sakit terlebih dahulu, tetapi ia juga bisa merasakan kepedulian dari pemuda Kim yang telah merebut perhatiannya dari awal pertemuan. Karena meski penolakan terus saja terlontar dari bibirnya, perlakuan manis juga perhatian tak kunjung habis ia terima dari sang pemuda.

Satu langkah menuju masa depan yang indah, ayo semangat, Ay!

-Fin.

Hyojong x Aylee back, yeay!

Advertisements

Author: megaton-bomb

Call Me Ay | A-Blood Type | Forever Maknae | Purple Addict.

2 thoughts on “[Ficlet] Her Hair”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s