[PTGFFI Freelance] – [Ficlet] Aku Tidak Percaya

yuto-momo

|| Aku Tidak Percaya ||

Written by Ayumu-Chaan.

[PENTAGON] Adachi Yuto x [TWICE] Hirai Momo

slight!Fantasy, AU || Ficlet || Teenager

I just own plot and story.

Don’t forget to like/vote and comment. Be a good readers guys^^

-ooo-

Momo menatap sekitarnya dengan pandangan tidak minat. Dari sekian banyaknya tempat menarik di kota ini. Kenapa dia harus berakhir duduk manis di kafe yang selalu sepi pengunjung ini sih. Apalagi di hadapan gadis itu kali ini ada seorang lelaki yang sedari tadi diam dan membaca bukunya.

Well, lelaki di hadapan Momo ini namanya Adachi Yuto. Salah satu adik kelasnya yang sifatnya begitu tenang dan kalem serta selalu membawa buku kemanapun. Bisa dibilang Yuto ini merupakan salah satu teman yang memiliki kewarganegaraan yang sama dengannya di tengah hiruk pikuknya Negeri Ginseng ini.

“Yuto-san?”

Momo memanggil lawan bicaranya dengan hati-hati. Hanya sedikit waspada bila tiba-tiba manusia kalem di hadapannya ini marah karena menganggu waktu berpacaran dengan ‘bukunya’ itu. Tapi sejujurnya, gadis itu sudah muak berada di tempat yang terlalu hening ini.

“Hm?”

Yuto mengalihkan pandangan matanya yang semula ke arah buku itu kini menjadi menatap Momo.

“Jadi.. Kau mengajakku untuk bertemu hari ini untuk membicarakan tentang riset kita kan?” tanya Momo.

Yuto mengangguk.

“Jadi kapan riset kita ini akan mulai berjalan? Kau mengajakku bertemu hari ini tetapi kita berdua mala hanya diam-diaman saja saat bertemu.” Momo mengetuk-ngetuk kuku jari-jari tangannya di meja.

Ya, bisa dibilang Yuto dan Momo adalah partner. Mereka bekerjasama karena mendapatkan tugas dari guru untuk meneliti tentang sesuatu. Entah bagaimana bisa guru tersebut menyuruh Momo yang cuek dan Yuto yang kalem untuk meneliti penelitian tersebut. Apalagi perbedaan umur mereka yang berjarak dua tahun membuat Momo bingung. Saat ditanya alasannya pada guru itu, guru Kim hanya menjawab dengan alasan yang menurut Momo tidak logis.

“Karena kalian berdua sama-sama dari Jepang! Aku pikir ini cocok untuk kalian!”

Yuto menutup bukunya lalu memangku wajahnya dengan kedua tangannya, “Hm.. Memangnya kita akan meneliti tentang apa?”

Gubrak!

Momo merasa ingin jatuh saat itu juga. Astaga, ternyata selain kalem, Yuto juga sepertinya merupakan seseorang yang sedikit telmi.

“Tentang manusia serigala! Memangnya tempo hari kau tidak dengar guru Kim berbicara apa?!” seru Momo kesal.

Yuto terkekeh kecil melihat tingkah Momo yang sepertinya sedang menahan kesabarannya untuk tidak mencekiknya saat itu juga.

“Hm, oke. Aku memang tidak mendengar ucapan guru itu tempo hari karena aku terlalu senang.”

Momo menatap lelaki di hadapannya dengan datar, “Senang? Apa yang membuatmu senang disuruh-suruh oleh guru menyebalkan itu?”

Yuto terdiam.

“Tidak ada.”

Ucapan polos serta wajah Yuto yang (berpura-pura) lugu itu membuat Momo jengkel. Gadis itu segera berdiri dari tempat duduknya lalu menggebrak meja sedikit keras.

“Kalau tidak ada pembicaraan penting yang ingin dibicarakan. Lebih baik aku pulang!”

Momo berjalan keluar kafe dan meninggalkan Yuto sendirian di kafe yang sepi dan gelap itu. Haah, biarkan saja. Tingkah lelaki itu membuat Momo jengkel. Untungnya Momo segera keluar dari kafe aneh itu karena akhirnya gadis itu bisa menghirup oksigen sepuasnya serta menikmati cahaya matahari yang begitu hangat pagi hari ini.

“Kamu percaya manusia serigala?”

Brak!

Momo tidak sengaja menjatuhkan tas kecilnya karena tiba-tiba mendengar suara seseorang di sampingnya. Yuto! Lelaki aneh yang tiba-tiba berdiri di samping Momo.

“K-Kau?!”

Kedua manik hitam itu membulat begitu terkejut. Sang pelaku utama –Yuto- yang membuat Momo kaget ini malah mengambil tas Momo yang terjatuh lalu menarik pinggang gadis itu agar mendekat padanya dan Yuto mengajaknya berjalan sambil merangkul pundak Momo.

Wow.

Tingkah Yuto yang sulit ditebak ini sukses membuat mulut gadis itu menganga sepanjang perjalanan.

“Momo-san? Sampai kapan kamu akan membuka mulutmu dan menatapku seperti itu?”

Pertanyaan Yuto seketika membuat Momo tersadar.

“Ah, ti-tidak.” Momo menggeleng.

Lalu, keheningan mulai melingkupi keadaan mereka saat ini. Yuto yang terus merangkul Momo terus menerus sepertinya ingin membawa Momo ke suatu tempat. Tetapi entah kenapa tempat-tempat yang mereka temui ini lama kelamaan menjadi tempat yang sepi. Ah, ada hutan di ujung sana. Jangan bilang kalau Yuto ingin mengajak Momo ke hutan?!

“Kita ingin kemana Yuto-san?”

Momo menoleh menatap lelaki yang lebih muda dua tahun darinya ini. Tetapi Yuto tetap saja diam. Rahang tegas serta kedua iris hitam Yuto yang tajam membuat Momo sedikit menelan ludahnya kasar.

“Kamu percaya manusia serigala?”

Momo mengangkat sebelah alisnya begitu mendengar Yuto mengulang pertanyaannya lagi. Manusia serigala? Ah, sepertinya Yuto akan mulai membuka perjalanan riset mereka kali ini!

“Tidak.”

Momo menggeleng sambil terkekeh kecil.

“Kenapa?” Yuto kembali bertanya.

Momo tertawa lalu tiba-tiba saja rangkulan Yuto pada gadis itu terlepas. Gadis itu tertawa keras sambil memegang perutnya. Momo tidak peduli bila kali ini Yuto mengubah pandangannya dan menatap image gadis itu menjadi gadis liar. Karena memang itu faktanya.

“Hahaha… Pertanyaanmu membuatku tercengang. Manusia serigala? Itu hanya legenda anak kecil yang senang sekali berkhayal! Tentu saja sebagai gadis yang sudah menginjak usia cukup dewasa, aku tidak akan percaya hal itu!”

“Yakin?”

“Tentu saja!” Momo mengangguk semangat lalu menoleh menatap Yuto dengan tatapan meremehkan.

“Memangnya kau akan menunjukkan buktinya padaku?”

Yuto terdiam. Tiba-tiba saja lelaki itu menghentikan langkahnya. Membuat Momo juga ikut berhenti.

“Bagaimana bila aku akan menunjukkannya?”

Momo terkekeh, “Dengan apa? Kau akan melolong seperti serigala?”

Yuto berpikir, “Hm.. Itu bisa menjadi salah satunya.”

Momo tertawa meremehkan, “Ayo cepat tunjukkan! Aku tidak sabar!”

“Sekarang?” tanya Yuto. Momo mengangguk masih dengan tatapan meremehkannya.

Yuto menyeringai.

“Baiklah. Jangan menyesal Momo-chan.”

Tiba-tiba saja pakaian yang Yuto kenakan robek dan entah bagaimana caranya tubuh lelaki itu berubah menjadi serigala yang besar serta warna bulunya abu-abu. Oh! Jangan lupakan manik hitam lelaki itu berubah menjadi cokelat pekat.

“E-eh?”

Momo terdiam menatap Yuto yang di hadapannya saat ini berubah menjadi serigala. Serigala itu berjalan maju mendekati Momo tapi gadis itu malah mundur menjauhi serigala itu.

“Ini mimpi kan?”

Kedua manik cokelat serigala itu menatap Momo tajam dan tiba-tiba saja berkata,

“Bukan.”

Brak!

Tidak membutuhkan waktu lama setelah itu. Kegelapan mulai memenuhi mata Momo dan gadis itu pun pingsan.

.

.

.

-end-

Nggak tahu mau ngomong apa. Intinya ini aneh banget.

Btw, aku lagi suka sama anak-anak pentagon. Sekarang bawa pasangan Jepang, Yuto x Momo.

Comeback setelah sekian lama. Bye!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s