[PTGFFI Freelance] – [Ficlet] Tentang Kamu

yewonwooseok

|| Tentang Kamu ||

Written by Ayumu-Chaan

Jung Wooseok x Kim Yewon

School-Life, little bit Fluff? || Ficlet || General

I just own plot and story.

Don’t forget to vote/like and comment. Be a good readers guys^^ 🙂

-ooo-

Kehidupan Wooseok selama ini menurutnya biasa saja. Lelaki itu selalu tidur, makan, serta mandi secara rutin. Apalagi melihat acara hiburan, itu yang paling Wooseok suka. Ah, kecuali belajar. Wooseok hanya belajar bila ingat saja. Tapi walaupun begitu jangan sangka bila seseorang seperti Wooseok selalu mendapatkan peringkat 5 besar setiap ujian semester di sekolahnya.

Wooseok sejujurnya jarang merasa sulit saat belajar. Tapi ada sesuatu yang menganggunya saat ini.

“Coba deskripsikan teman sebangku kalian.”

Perkataan dari Guru Kim sedang menganggunya saat ini. Padahal Guru Kim mengajar pelajaran sejarah tapi anehnya guru itu malah memberi tugas pada muridnya seperti itu. Saat ditanya kenapa, Guru Kim malah menjawab:

“Tidak apa-apa. Anggap saja kali ini sebagai awal kalian bertemu saya di tahun ajaran baru. Sebelum kalian bertemu dengan materi sejarah yang akan membuat kalian tidur selama pelajaran.”

Perkataan guru Kim membuat tawa mulai muncul di ruangan itu. Tapi memang benar sih apa yang dikatakan oleh guru itu.

“Sst.. Wooseok.”

Wooseok yang merasa namanya terpanggil itu pun lantas menoleh ke belakang. Terlihat teman satu klub futsalnya, Rowoon sedang memandangnya dengan tatapan aneh.

“Kenapa?”

Rowoon berbisik. “Kau yakin akan mendeskripsikan si jempol itu?”

Lelaki itu berbisik sambil menatap gadis yang duduk disamping Wooseok dengan pandangan sinis.

Wooseok mengangkat sebelah alisnya, “Memangnya kenapa?”

Rowoon mendesis.

“Cih, dia kan jelek sekali. Wajahnya tidak cocok untuk standar orang seperti kita. Kenapa kau mau saja duduk disamping dia? Masih ada bangku kosong di sebelah Dahyun. Duduk dengannya saja.”

Wooseok menggeleng lalu mendengus.

“Aku lebih baik duduk disamping Yewon dibandingkan duduk dengan si centil itu.”

Rowoon mendengus lalu menepuk pundak Wooseok keras.

“Terserah kaulah. Semoga tidak menyesal.”

Wooseok tidak mempedulikan perkataan terakhir Rowoon dan membiarkan matanya menatap pada selembar kertas putih di hadapannya.

Bagaimana caranya Wooseok mendeskripsikan seorang Kim Yewon itu?

Wooseok diam-diam menatap gadis di sampingnya yang diam melamun. Seakan-akan tidak mempedulikan tugas yang diberikan oleh guru Kim itu serta tatapan sendu Yewon itu terlihat bahwa gadis itu seperti sedang menahan sesuatu.

Yewon itu dikenal gadis yang pendiam. Banyak teman-teman Wooseok di sekolah yang menjuluki Yewon dengan julukan “Si Buruk Rupa”. Dikarenakan wajahnya Yewon yang ‘katanya’ anak-anak jelek serta tidak seperti standar wajah orang Korea Selatan. Hidungnya yang (maaf) kurang mancung serta kedua manik hitamnya yang selalu sendu.

Padahal apa yang harus disalahkan dari si Yewon itu? Gadis itu tidak berbuat apa-apa, tapi kenapa orang-orang malah tidak suka dengannya?

Wooseok menatap Yewon dengan lembut. Diam-diam lelaki itu menikmati wajah gadis itu yang menurutnya manis. Dalam hati Wooseok sedikit bersyukur. Karena orang-orang yang menatap Yewon dari jauh, tidak akan bisa menatap sepuasnya wajah gadis itu dari jarak yang dekat.

Dan akhirnya, Wooseok tahu apa yang akan ia tulis pada kertasnya.

-ooo-

“Jung Wooseok.”

Guru Kim menatap kolom nama serta kelas di pojok kanan selembar kertas tersebut. Pada saat hari itu juga Guru Kim membacakan hasil tulisan siswa-siswinya yang ia beri tugas untuk memberikan deskripsi tentang eman sebangku mereka.

“Itu saya saem.”

Wooseok tersenyum lebar sambil menunggu Guru Kim membacakan kertas miliknya. Ujung mata Wooseok sedikit melirik Yewon yang disampingnya kini sedang mengigit bibirnya. Sepertinya gadis itu merasa bahwa ia sudah siap untuk menerima celaan hina lagi untuknya.

“Aku, Jung Wooseok, akan mendeskripsikan teman sebangku ku yang bernama Kim Yewon.”

Setelah Guru Kim berkata seperti itu langsung saja suasana kelas mulai ramai. Sepertinya orang-orang di kelas ini mulai tertarik apa yang akan ditulis oleh penyerang utama klub sepak bola School of Performing Arts itu.

“Namanya Kim Yewon. Dia punya mata yang bulat seperti telur mata sapi, pipi yang tembam seperti bakpau, dan bibir kecil yang jarang sekali tersenyum. Padahal aku yakin Yewon akan terlihat manis berkali-kali lipat seperti bunga sakura yang mekar di musim semi.”

“Banyak orang yang mengatakan kalau tubuh Yewon pendek serta wajah gadis itu biasa saja. Tapi sayangnya mereka tidak tahu bagaimana rasanya hati mereka yang bergetar lembut bila memandang wajah manis Yewon dari jarak dekat.”

“Walaupun orang-orang mengatakan Yewon itu pendek. Tapi aku lebih suka menyebutnya mungil. Pasti akan lucu bila tubuhku yang seperti tiang berjalan berdampingan dengannya. Haha… Apalagi tubuh Yewon yang mungil pasti akan membuatku akan selalu memeluknya seperti guling.”

Eh?

Guru Kim yang membaca kertas tersebut sedikit tertawa dan tersenyum. Tulisan Wooseok ini persis sekali seperti remaja yang sedang jatuh cinta.

Sementara itu, teman-temannya menatap Wooseok dengan tatapan kaget serta bingung. Mereka bingung bagaimana bisa Wooseok menulis hal seperti itu.

Dan mereka juga tidak menyadari pipi tembam Yewon diam-diam mulai memunculkan semburat merah. Gadis itu memegang kedua tangannya sambil mengigit bibirnya.

“Jadi, dari situ aku menyimpulkan bahwa Yewon itu Manis, Mungil, dan Murni. Gadis itu manis seperti gulali, mungil seperti bakpau (sejujurnya aku bingung ingin berkata apa. Pokoknya dia begitu mungil), serta murni seperti bayi. Itulah Kim Yewon, teman sebangku ku.”

Guru Kim mengakhiri membaca tulisan milik Wooseok, setelah itu tersenyum geli. Sedangkan lelaki itu tertawa kecil. Lalu, Wooseok menoleh dan menatap Yewon yang sedang diam seperti patung, tetap dengan semburat merah di pipinya. Tapi tiba-tiba gadis itu menggelengkan kepalanya cepat seperti menyadarkan dirinya akan sesuatu.

Gadis itu menoleh menatap Wooseok dan sedikit terperanjat ketika lelaki itu ternyata sedang menatapnya juga. Hm, jujur sepertinya ini pertamakalinya Wooseok bertatapan langsung dengan manik hitam gadis itu.

“Ehem..”

Yewon berdehem.

“Yang tadi itu bohong, ya?”

Yewon bertanya dengan suara berbisik kecil. Wooseok terdiam sebentar membiarkan indera pendengarannya menikmati suara Yewon. Kapan lagi Wooseok bisa mendengar gadis itu berbicara? Gadis itu cenderung pendiam.

Yewon menatap Wooseok dengan pandangan harap cemas. Gadis itu berpikir bahwa tulisan yang Wooseok buat tadi itu hanya bualan belaka.

Wooseok tersenyum melihat bagaimana Yewon sedang duduk gelisah di hadapannya.

“Kenapa harus bohong? Yang tadi aku tulis itu memang benar kok. Sesuai fakta yang kuamati. Kamu itu memang manis.”

Wooseok diam sebentar lalu memandang Yewon. Kedua iris hitam lelaki itu sekarang seakan-akan sedang menyampaikan teka-teki misterius pada gadis itu.

“Dan… aku suka.”

.

.

.

-fin-

Advertisements

8 thoughts on “[PTGFFI Freelance] – [Ficlet] Tentang Kamu”

  1. LALU AKU KESELEK SALAK
    ya tuhan
    wooseok kamu gpp deq?
    serius ini
    kamu gpp deq?
    masa sampe bikin kaka keselek gitu?
    heu heu heu
    chinatsu ada saingan mungil y
    eh tp chinatsu lebih mungil
    (apa sih) (udah)
    huhu gemes tapi y
    deq wooseok ayo coba belajar yg bener
    jangan cm rajin kalo disuruh bikin deskrip cewe
    tuh pr matematika nya gmn
    ayo dikerjain

    luv,
    mba nat ft. mba bening
    (ea)

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s