[Today Playlist] You Are

drabble-mix-you-are

{drabble-mix}

You Are

by. ashaxchanx

Jinho; Edawn; Hongseok & Bening

G – friendship, fluff, slice of life.

Based on: You Are – by. Pentagon

  • • •

 

[1] — Even if time passes, I hope we’ll be together

“Bagaimana?”

“Apa?”

Hyojong menatap Bening dengan kedua maniknya yang membulat. Sementara si gadis justru sibuk dengan kertas-kertas tentang data lukisan dan karya seni yang akan dipamerkan di galeri minggu depan. Seraya menggigit bolpoin, Bening menimpali lirih. “Aku tidak mengerti kenapa kau ingin kenal Kalin. Aku bahkan tidak tahu banyak hal soal kembaranku itu. Aku tidak punya informasi apa-apa.”

“Tapi dia saudaramu. Saudara kembar, malah.”

Bening membuang muka dari tumpuk pekerjaannya, lalu menatap Hyojong lurus. “Kau tahu, sahabat yang dekat itu lebih baik dari pada saudara kandung yang jauh.”

Ujung bibir Hyojong terangkat senang dengan jawaban tersebut.

“Sana pergi. Jangan menggangguku.”

[2] — I hope I can protect your smile

Jinho mendengar kabar tentang pameran di galeri tempat Bening bekerja, meluangkan waktu untuk mampir malam ini dengan sekotak piza sebagai buah tangan. Gadis itu pasti sedang repot, tidak sempat memikirkan perut. Kendati begitu, Jinho segera meluncur. Apartemen Bening berantakan, apalagi meja persegi di depan teve. Kedatangan Jinho disambut dingin. “Aku tidak ada waktu mengurusimu, Jinho. Sebaiknya kau pulang. Aku sudah mengusir Hyojong tadi sore.”

Jinho melompat. “Lihat apa yang kubawa!”

Pipi Bening terangkat reflektif. Tepat pada sekon yang sama, perutnya bergemuruh. “Jo Jinho, aku bisa apa tanpamu..” dengan mulut penuh piza, Bening tersenyum lagi. “Kau tahu aku sayang padamu, kan?”

[3] — I’m following that path, chasing after hope with a fluttering heart

Bening tidak tahu apa rencana Jinho, tapi laki-laki itu pagi ini muncul bersama Hongseok yang sedikit membuat Bening kelabakan. Sosok yang membuatnya berdebar itu mendekat—dan Jinho terus menahan senyum di belakang.

“Hai.”

“Hai, terima kasih sudah datang.”

“Sama-sama. Aku suka pameran seni.” Hongseok tersenyum, matanya membentuk sabit yang tidak henti menggetarkan Bening. Jinho berdeham. “Kau bilang kau lebih suka makan di restoku daripada ke sini. Kenapa omonganmu berubah?”

Hongseok menyikut Jinho. “Tutup mulutmu sebentar. Jangan merusak harga diriku di depannya.” Gerutu Hongseok pelan, lalu nyengir pada si gadis.

Ada rasa hangat menjalar ke pipi Bening; detak jantungnya berpacu kencang.

 .

.

.

 {catatan penulis}

pyar! setelah sekian lama akhirnya mba bening muncul lagi; tentu saja dengan tiga lelaki yang mengelilinginya wkwkwk sebenarnya mau bikin lebih dari tiga tapi sempatnya cuma satu huhu maaf ya. semoga suka! luv, asha.

Advertisements

Author: asha

i write to express not to impress, to tell people the way how i become immortal, to find an endless happiness and how to travel the time. i was born to beat, indeed.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s