[Today Playlist] R A N D O M

random

R A N D O M

Storyline by. Cho Hana

[Pentagon] Yeo Changgu || [OC] Rubby Lee || [OC] Yeo Changrin

Slice of Life || Crack

G || Drabble-mix (<100w)

Ps: Semua drabble terinspirasi dari potongan-potongan lirik lagu Pentagon – Organic Song.

Sesuai judulnya, ini hanya sebuah kisah random

.

 

#1 : Don’t want to listen to anything

Changgu tahu jika cepat atau lambat hubungannya bersama Rubby pasti akan kandas di tengah jalan.

Oppa, kurasa kita sudah tidak cocok bersama.”

Changgu telah siap untuk meninggalkan book-café yang notabennya milik Rubby, namun tangan itu menahannya.

“I don’t want to listen to anything. It was finished, right?”

 

 

“I just want tell you something.”

Baiklah, sepertinya Changgu harus tegas sekarang. Dihempaskannya tangan mungil itu. Persetan dengan raut kagetnya, Changgu tetap melenggang menuju pintu keluar sebelum akhirnya—

Brakk bruk

-pantatnya mendarat dengan mulus di lantai.

Oppa, aku hanya ingin bilang kalau teras café belum kering setelah dipel. Kenapa kau ngeyel sekali sih?”

 

#2 : I won’t sell my conscience of tigers like rice cakes

“Aku tidak bisa menerimanya.”

Changgu bahkan enggan menyentuh lembaran uang yang disodorkan Changrin. Semuanya berawal dari permintaan gila Changrin untuk melenyapkan nyawa Rubby. Memangnya Rubby salah apa?

Oppa, jangan bilang kalau—“

“Ya, aku menyukai Rubby. Kau puas? Lagipula aku masih punya hati nurani. Bagaimana bisa kau menyuruhku untuk membunuh Rubby? Kau benar-benar keterlaluan.”

Konservasi itu berakhir saat Changgu memutuskan untuk pergi, meninggalkan sang adik sendirian di kamarnya. Diam sejemang sebelum akhirnya teriakan Changrin menggema.

“Oppa, gak usah lebay deh! Rubby itu cuma tikus yang jadi objek penelitianku. Besok dia harus segera dibedah. Cepat bunuh atau kulaporkan kau pada dosenku.”

#3 : I don’t want to live cowards

“Masa begini saja takut. Dasar pengecut!”

Changgu memasang wajah masam kala sederet frasa itu mengudara dari mulut adiknya. Diseretnya tungkai menuju kamar, meninggalkan adiknya bertempur sendirian. Lima menit kemudian ia kembali.

Oppa—“

“Cukup! Tidak perlu memuji. Aku tahu aku sangat tampan sekarang.”

Ya, harus Changrin akui jika penampilan kakaknya saat ini memanglah sangat tampan. Dengan setelan jaket kulit dan helm bogo kesayangannya. Namun, inti masalahnya sekarang bukan itu tapi—

“Woah, minyaknya nyiprat. Untung sudah pakai jaket sama helm.” Changgu tertawa penuh kemenangan.

Demi Tuhan! Boleh tidak sekali saja Changrin menendang bokong pemuda yang sedang berdiri di depan penggorengan itu?

FIN

 Senang rasanya bisa bergabung di PTGFFI dengan tulisan tak berfaedah semacam ini :”)

 

 

Advertisements

Author: ChoHana

wattpad: @annnahannna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s