[Ficlet] Street Market

Processed with VSCO with c3 preset

Street Market

story by ayshry

[PTG’s] Yeo One – [OC’s] Kayle Chae

AU!, Fluff/Ficlet/G

***

Changgu tak tahu apa yang membuat gadisnya begitu riang hari ini. Tiga puluh menit yang lalu, ketika Changgu baru saja menjejakkan kaki di halaman rumah, tiba-tiba gadis perambut pirang itu menyembul dari sebalik pagar. Jujur saja ia sempat terkejut, pasalnya Kayle bukan tipe gadis yang suka datang tiba-tiba tanpa pemberitahuan seperti ini.

Setelah kedatangan tanpa kabarnya itu, Changgu kemudian diajak—atau lebih tepatnya diseret—untuk mengikutinya. Katanya, Kayle sedang ingin berkencan, maka dari itu ia datang untuk menjemput sang kekasih terlebih dahulu. Dan di sinilah kedua sejoli tersebut berjejak dan saling berjejalan dengan manusia lainnya: Dongdaemun.

Well, ini memang bukan hal baru bagi pasangan itu untuk menghabiskan waktu bersama dengan berbelanja. Kayle itu shopaholic dan Changgu sudah maklum saja. Lebih baik menjadi pengikut yang baik ketimbang pemarah yang tak berguna, bukan? Setidaknya Changgu masih bisa sedikit melontarkan protes ketika gadis itu melewati batas wajar. Ingat, hanya sedikit—itu pun jika ia sudah siap disuguhi wajah cemberut sang gadis seminggu penuh.

Sudah berbagai macam kios yang mereka singgahi, sudah ada beberapa bungkusan plastik yang menggantung di tangan keduanya. Jujur saja Changgu sudah merasa lelah. Hei, ini bahkan sudah lebih dari satu jam mereka berjalan tanpa mengistirahatkan tungkai masing-masing. Ketika rasa letih itu memuncak, Changgu melihat sebuah gerai kopi tak jauh dari tempat mereka berjejak. Ia tersenyum lantas menoleh ke gadis di sampingnya.

“Kay, bagaimana kalau kita—“

“Lihatlah, pitanya lucu sekali, Yeo!”

Changgu mendengus. Lagi-lagi ia tak memiliki kesempatan untuk membuka mulut. Dengan malas, ia membiarkan maniknya menilik sebuah pita yang sudah berada di genggaman si gadis.

“Bagaimana? Cantik?” Entah sejak kapan Kayle sudah mengenakan pita tersebut di rambutnya. Oke, gadis itu terlihat cantik memakai apa pun dan Changgu tahu. Tetapi, masalahnya adalah ….

“Belikan satu untukku, ya?”

Tidak, Changgu bukannya pelit atau terlalu irit. Ia takkan keberatan membelikan pita tersebut. Alasan pemuda itu tercenung dan tak menanggapi adalah si pita itu sendiri. Well, kalau boleh jujur, rambut pirang itu—sangat—tidak cocok dengan pita berbulu berwarna oranye terang ditambah dengan ukuran yang sangat besar dan, hei, jangan lupakan pula warna baju sang gadis yang kala itu seterang matahari pun bermotif polkadot. Sungguh perpaduan yang luar biasa norak.

“Yeo Changgu!”

Changgu kembali ke alam sadarnya. Masih memandang aneh ke arah si gadis, pemuda tersebut lantas menghadiahi sebuah gelengan yang membuat si gadis memasang raut tak karuan.

“Pilih yang lain saja, ya? Kau terlihat tidak cocok dengan pita itu. Bagaimana dengan yang—“

“Tapi aku mau yang ini! Apanya yang tidak cocok, huh? Ini sangat cantik, tahu!”

“Hei, sejak kapan seleramu jadi senorak itu, Kayle Chae?”

“Norak? Ck, bicaramu sudah seperti orang yang tahu banyak tentang fashion saja. Sudah lupa kalau kekasihmu ini dari jurusan desain, Yeo?”

“Tak kusangka mahasiswi desain justru memiliki selera yang luar biasanya noraknya!”

Entah mendapat keberanian dari mana, Changgu dengan santainya membalas perkataan sang gadis dengan kalimat yang terdengar bukan seperti yang biasa ia lontarkan. Ke mana perginya Changgu yang selalu memuja gadisnya itu, huh?

“Kalau tidak mau membelikan, bilang saja! Jangan membuat alasan lain. Dasar menyebalkan!”

Changgu tiba-tiba merasa geram. Ia tahu Kayle memang gadis keras kepala yang tak bisa dibantah perkataannya, tapi ini bukan perkara sifat, hanya saja Changgu merasa kadar malunya tak mampu mengatasi situasi saat ini apalagi ketika si gadis menyerahkan beberapa lembar won untuk mengadopsi pita yang sudah berada di rambutnya kini. Oh, ini bencana.

Semua pasang mata sudah melihat ke arah mereka entah sejak kapan. Changgu malu. Tidak, ia lebih tak percaya kenapa masih saja bertahan dengan gadis tidak waras tersebut. Tetapi, untuk kali ini Changgu benar-benar tak bisa melewati batasannya, jadi, tepat sebelum si gadis kembali menyeretnya ke kios yang lain, pemuda Yeo tersebut sudah terlebih dahulu berlari menjauh lantas berteriak, “MAAFKAN AKU KAY, TAPI BISAKAH AKU PULANG DULUAN? SUNGGUH, AKU TAK BISA MENGATASI SELERA TAK BIASAMU ITU UNTUK KALI INI!”

Kayle termenung, mulutnya menganga sedang matanya membulat sempurna. Alih-alih meluapkan amarah, gadis itu malah berlari dan menyusul si pemuda dengan tawa yang menggema kuat.

“YEO CHANGGU, JANGAN TINGGALKAN KEKASIH TAK WARASMU INI SENDIRIAN, SAYANG!”

Yeah, tanpa bisa dihentikan, kedua sejoli tersebut telah menjadi bahan tontonan kini. Salahkan saja Changgu yang masih saja menumpuk rasa pada si gadis pun Kayle yang tak acuh pada kemauan si pemuda.

-Fin.

Debutin OC baru gegara Changgu kelewat menggoda huhu akur akur ya gaes /ga/ XD

-mbaay.

Advertisements

Author: megaton-bomb

Call Me Ay | A-Blood Type | Forever Maknae | Purple Addict.

5 thoughts on “[Ficlet] Street Market”

  1. Wakakakak changgu bisa ngambek jugaaa…
    Fix ini lucu bgt kaay bayangin kayle semacam manja2 gtu terakhirnya bari aegyo becoz pacarnya ngambeekk…
    Nice fic kaay! Keep writing yaa 😄

    Dan selamat menetas(?) mbak kayle

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s