[Today Playlist] Lukewarm

ccmpaguwwaaa03h

[Today Playlist]  Lukewarm

Written by Berly ©2016

Starring : [PTG’s] Kino, Hongseok, Hwitaek, Yanan, Yeoone and others.
Genre : Romance, Drama.
Duration : 5 Drabbles
Rating : PG-15

***

“You look a bit tired of being with me.”

So, apa saja yang kau lakukan di New York selama seminggu terakhir ini, Youngmi?”

Well, aku berjalan dan berfoto bersama Chanyeol, mengejar target pekerjaan bersama Chanyeol, makan siang bersama Chanyeol. Hmm, hampir seluruhnya aku menghabiskan waktu bersama Chanyeol….”

“Kecuali tidur dan mandi, kami berbeda kamar, tentu saja.”

Bohong… “Apa kau senang?”

Of course, Kino! Kuharap, aku masih berada di New York sekarang untuk karierku!”

“Aku senang, karena kau senang.” Pemuda yang sedari tadi berujar tanpa berekspresi rindu kala bertemu lagi dengan kekasihnya itu, kini meletakkan sebuah bukti potrait drama di muka meja.

Kino berdiri, “Setelah ini, jangan pernah panggil namaku lagi,” ujar Kino dingin.

Lantas punggung Kino berbalik dan menjauh, si perempuan hanya bisa mengerutkan kening, menggigiti bibir bawahnya, melayangkan tatap tak percaya pada potrait yang dilihatnya. Mengekspresikan topeng “pura-pura bersalah” atas tragedi yang terjadi; tentang hubungan intimnya bersama Chanyeol, ternyata sampai terlalu cepat pada kekasihnya, Kino.

***

“Phone calls are meaningless.”

Sudah sekitar enam puluh menit di sore ini, Hongseok menatap layar ponselnya bosan tak berhasrat, karena tak jua muncul kabar dari seseorang yang disukanya. Kesal sekaligus penasaran lantaran Mackenzie—nama perempuan itu—tumben sekali tidak membalas message-nya seharian, padahal sudah sekitar seminggu lebih mereka melakukan pendekatan, dan Hongseok tebak; ia telah mendapatkan lampu hijau dari Mackenzie.

Hongseok pun memutuskan untuk menelepon Mackenzie, namun kala sambungan telepon tersambung—

Hello?”

—bukan suara Kenzie yang terdengar di seberang telepon, melainkan suara berat seorang laki-laki yang memiliki logat asing—bukan sepenuhnya logat orang Korea—Hongseok rasa.

“Halo?”

Who is this?”

“Bisa bicara dengan Mackenzie?”

“Kenz sedang ke kamar mandi, ada hal yang perlu disampaikan? Sampaikan saja padaku. I’m her Fiance.”

“….”

Hello, Dude, are you still in there?”

“O, ok. Tidak apa-apa, aku temannya, by the way. Hanya saja… ini mungkin informasi yang tidak begitu penting. Jadi, lanjutkan saja waktumu.”

“…Ok.”

Tut.

Hongseok rasa, ia harus bersiap-siap mengurung dirinya di kamar selama seminggu, lantaran baru saja merasakan hatinya remuk seperti diinjak-injak seekor kudanil.

Pffft…. Hongseok benci kudanil.

***

“Your voice contains no affection.”

Rindu. Obat penawar satu-satunya, ya, bertemu.

Bertemu, adalah satu-satunya jalan untuk mempererat hubungan kembali.

Namun… bila suasana bertemunya seperti ini, sih, lebih baik Hwitaek memilih beristirahat saja di kasur king size-nya sepulang ia dari Los Angles, tadi sore. Tidak perlu repot-repot memesan meja di sebuah hotel mewah untuk makan malamnya bersama Emma. Hwitaek rasa, Emma malam ini terlalu dingin dan tidak dalam mood yang bagus untuk menghabiskan makannya.

“Bagaimana harimu, Dear?”

I’m fine. Like usual.

“Kenapa kamu makan sedikit sekali? Tidak seperti biasanya?” Hwitaek berbicara kembali, seraya memerhatikan steak daging milik Emma masih utuh di atas piringnya, sedangkan Emma sudah selesai makan.

“Malam kita masih panjang, so, habiskanlah makanmu.”

“Aku sedang tidak nafsu makan,” jawab Emma.

Hwitaek rasa… malam dingin di antara mereka berdua akan terasa semakin panjang bila Hwitaek tidak segera bertindak untuk menghangatkannya kembali.

***

“I get awkward for nothing and shut my mouth.”

“Hai, Sichuan! Besok kamu free tidak?”

“O, hai, Yanan gege! Hmm… besok kebetulan jam mata kuliahku kosong, kenapa ya?”

Ketika beberapa kalimat baru saja akan Yanan lontarkan, tiba-tiba saja—

“O! Sichuan tentu saja akan pergi bersamaku besok, benar, ‘kan, Sayang?”

—orang itu, si bocah tengik pengambil kesempatan orang lain! Dong Sicheng tiba-tiba saja datang!

Tapi tunggu, apa kata Sicheng tadi? ‘Sayang’?

Yanan menyadari bahwa kedua pipi Sicuan kini merona padam. Kedua tangan Yanan merentang keheranan meminta penjelasan dalam diam terhadap Sichuan. Gadis itu pun berbicara, “Maaf, Yanan gege, aku lupa bahwa Sicheng kemarin sudah mengajakku untuk menonton bioskop besok. Jadi besok aku ada janji dengannya.”

Sial. “O, baiklah, tidak apa-apa.” Yanan tersenyum kering, sembari memandang cengiran lebar Sicheng dan senyuman manis Sichuan yang terumbar gamblang. Keduanya pun berjalan beriringan mengabaikan Yanan seraya bergandeng tangan.

Apa itu artinya… ‘Yanan kalah saing dari si bocah tengik Sicheng sialan itu?!’

Pffft…. nasib jomblo yang ditolak secara langsung-tidak langsung.

***

“I don’t want this to end, but I don’t want this to continue.”

Raneul baru pulang diam-diam dari kerja lemburnya, berusaha agar Changgu tidak menyadari bahwa ia telah berada di apartemen mereka. Perempuan itu sengaja ingin membuat kejutan anniversary dengan Changgu agar hubungan mereka tetap hangat. Menurut Raneul, perempuan juga harus sekali-sekali bersikap romantis, setelah selama ini Changgu yang selalu melakukannya padanya.

Kebetulan Changgu sedang mandi. Raneul bisa mendengar jelas suara air yang berisik dari dalam kamar mandi. Ia pun bergegas memakai mini dress lalu membawa balon-balon gas ke dalam kamar. Namun ketika ia sudah siap untuk kejutan yang akan ditampilkan pada Changgu, ia melihat sebuah amplop di atas meja kerja dalam kamarnya. Karena penasaran, akhirnya ia membuka amplop tersebut.

Hatinya remuk seketika, lantaran isi amplop tersebut tidak sesuai dengan apa yang diekspektasikan.

Itu adalah surat yang berisikan tulisan tangan Changgu,

Sorry, I’m leaving, Raneul.-

Cepat-cepat Raneul menyembunyikan surat tersebut setelah menyadari Changgu telah keluar dari kamar mandi.

Ketika Changgu membuka pintu kamar,

Raneul menyembunyikan rembengan air matanya lalu berusaha menyapa, “Hi!”

Wajah Changgu terkejut, bingung, tampak ingin sekali meminta penjelasan akan penampilan Raneul dengan dress dan balon-balon yang berada di dalam kamar mereka.

Surprise! Happy anniversary…!”

Hati Changgu terasa mencelus… ekspresi apa yang harus laki-laki itu tunjukkan sekarang kepada Raneul?

Setidaknya agar niatnya yang ingin meninggalkan rumah ini tertunda sejenak, untuk mengapresiasi kejutan perempuan itu padanya.

.

.

 Fin.

Advertisements

Author: Berly

I shoudn't want you, but I do. I still write about you, anyway.

7 thoughts on “[Today Playlist] Lukewarm”

  1. Bagian kinoooooo, ituuu sesuanuuu.. Biasanya muka dia kan ceriah gitu thor. Ku bayanginnya dia bilang putus sambil senyum kek biasanya… Astagaaaa wkwk manly kinoo.. Trus yg yeo one salah fokus ~ oke ini abaikan… Kerennnnnnn hahahha

    Like

  2. Rindu, obat satusatunya ya bertemu. Uwaaaa sukaaa sekali ber!!! Tapi kasihan mas hiu dikacangin haha

    Bagian kino paling suka!! bikos well, aku tau-sok tau aja-kalau kepribadian aslinya kino ya semacam ituu ulululu Manly 😘😘

    Hongseok, yanan, kasiihaan kamu mas, dek, lain kali jangan kalah start yaa 😝😝

    Pas yeoone, oke, fine, dy harus liat perjuangan temantemannya di atas sebelum minta putus dari pacaranya!!

    Nice, ber! keep writing yaa 😘

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s