[Ficlet] Special Lunch

Processed with VSCO with e8 preset

SPECIAL LUNCH

.

Slice-of-life, Family || Ficlet || General

.

Starring
Pentagon’s Hongseok, OC’s Yang Hyeeun

.

“Hari ini ‘kan hari ulang tahunmu. Kita harus merayakannya dengan makan siang spesial!”

.

© 2017 by Gxchoxpie

.

Specially made to celebrate Hongseok’s 24th (Korean age) b’day

.

I own the plot and the OC

.

== HAPPY READING ==

.

.

.

“Kak Hongseok! Ya! Yang Hongseok! Hei! Bangun kau dari peraduanmu!”

Ingin rasanya Hongseok bangun dan segera membekap mulut adiknya tersebut. Suara Hyeeun yang melengking benar-benar menusuk pendengarannya, mengganggu Hongseok yang baru aja akan mengistirahatkan badan setelah seharian sibuk menservis motor. Demi Neptunus, tak bisa ‘kah ia dibiarkan istirahat barang sejenak?

Oh, bukannya diam, gangguan yang dilancarkan Hyeeun makin menjadi-jadi. Gadis yang terpaut dua tahun darinya itu tahu-tahu melompat ke tempat tidurnya, lalu menggoyangkan tubuh Hongseok kuat-kuat.

“Yang Hongseok! Bangun! Sinar matahari baik untukmu!”

Hongseok mengerang. Memangnya ia ini apa? Tumbuhan?

“Kak Hong – “

“IYA! OKE! AKU! BANGUN!” Hongseok seketika duduk, lalu melemparkan tatapan kesal pada adiknya. “Puas?!”

“Hehehe ….” Hyeeun hanya menunjukkan cengiran khasnya. “Begini, Kak. Hari ini ‘kan hari ulang tahunmu. Kita harus merayakannya dengan makan siang spesial!”

Hongseok kembali menjatuhkan kepala ke bantal. “Kalau begitu kau yang memasak.”

“Tidak mau!” Hyeeun menarik lengan sang kakak, memaksanya untuk duduk. “Kalau kita hanya makan masakanku, apa bedanya dengan hari-hari lain? Setidaknya, kita harus merayakannya dengan cara yang lebih berkesan.”

“Dengan kata lain, kita makan di luar?”

Hyeeun mengangguk cepat.

Hongseok berpikir sejenak. Sejujurnya ia agak malas keluar di tengah cuaca panas seperti ini. Belum lagi motornya yang baru ia servis serta cuci harus kembali menemui polusi kalau mereka hendak keluar. Tapi kata-kata Hyeeun ada benarnya. Apa yang mengesankan kalau mereka hanya makan masakan buatan Hyeeun? Tak ada bedanya dengan konsumsi sehari-hari. Lagipula, mungkin saja Hyeeun hendak memberinya hadiah berupa traktiran, makanya ia bersikeras untuk mengajak Hongseok keluar.

Mendapat makan gratis adalah hadiah ulang tahun yang baik, ‘kan?

“Baiklah, ayo makan di luar. Tapi jangan terlalu lama, ya. Aku baru mencuci motor tadi.”

“Oke!” Hyeeun menyahut seraya mengacungkan ibu jarinya. Tunggu aku berganti baju dulu ya, Kak!”

***

Meski harus diawali dengan perdebatan kecil mengenai tempat makan yang akan mereka tuju, pada akhirnya dua saudara Yang itu memilih sebuah restoran Cina sebagai destinasi. Suasana oriental menyambut keduanya begitu mereka masuk. Di dalam, Hyeeun memesan satu porsi nasi telur gulung saus asam manis, sementara Hongseok dengan ayam kecap wijennya.

“Apa wish-mu di ulang tahun ke-24 ini?” Hyeeun bertanya dengan mulut yang pwnuh.

Aigoo … telan dulu makananmu, nona,” celetuk Hongseok. “Wish? Hmm, mungkin memiliki adik yang lebih penurut?”

Kalimat tersebut membuat Hongseok mendapat sebuah pukulan di lengan. “Ya! Memangnya aku kurang penurut?”

Hongseok hanya mengangkat bahu sambil tertawa kecil.

“Kau sendiri? Apa yang kau harapkan dariku?” Hongseok balas bertanya.

Uhm … kuharap kau bisa lebih dewasa, sih. Terkadang kau itu merepotkan, Kak Hongseok.” Hyeeun tersenyum. “Tapi, pada dasarnya kau itu kakak yang perhatian dan peduli.”

Percakapan dua saudara itu berlanjut dengan membahas masa kecil mereka, di mana Hyeeun mengeluhkan Barbie-nya yang digunduli oleh Hongseok. Sebaliknya, Hongseok mempermasalahkan tamiyanya yang dirusak oleh Hyeeun. Kemudian mengingat saat ketika mereka berlibur ke Amerika ketika Hyeeun berusia enam tahun.

“Omong-omong, kita tak mungkin sepanjang hari berada di sini, ‘kan? Dan makanan kita pun sudah habis,” ujar Hyeeun. “Kupersilahkan sang birthday boy untuk membayar semua pesanan kita.”

Seketika dwimanik Hongseok membelalak. “Lho, aku yang bayar semua? Bukannya kau mentraktirku?”

Hyeeun menggeleng. “Aku tidak bilang kalau aku akan mentraktir. Lagipula, menurut adatnya seharusnya ‘kan si yang berulang tahunlah yang membayar. Ya ‘kan?”

Hongseok bangkit berdiri. Ia tahu tak ada gunanya berdebat dengan adiknya yang cerewet. “Oke, oke. Aku yang membayar. Aish …. Kali ini kau yang menyebalkan, Yang Hyeeun!”

-fin-

A/N

Mas Hongseok… Happy birthday ya 😀 Semoga makin manly (sekarang udah manly banget sih sebenarnya), terus jangan keseringan bikin hati anak orang dugeun-dugeun, mas … Ndak baik bagi kesehatan… 🙂

Advertisements

Author: Gxchoxpie

Writer | Dreamer | Life-time learner

One thought on “[Ficlet] Special Lunch”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s