[Ficlet] Coincidence?

f454a1d7dcbfe24f72229e144475c401.jpg

COINCIDENCE?

.

Slice-of-life || Ficlet || General

.

Starring
[Pentagon] Hui

.

Based on prompt by byeongariseu
also inspired from Korean Drama ‘While You were Sleeping’

.

© 2017 by Gxchoxpie

.

I only own the plot. Cr pic to pinterest

.

“Kami bertemu setiap hujan turun dan–ajaibnya–aku selalu saja bermasalah dengan payung-payung sialan seperti ini.”

.

== HAPPY READING ==

.

.

.

“Satu cup Americano latte, susunya – “

“Anda Lee Hui-ssi? Anda sudah ditunggu oleh seseorang di meja nomor delapan. Pesanan Anda juga sudah diantarkan ke sana.”

Hui berjalan meninggalkan meja pemesanan café kecil tersebut dengan perasaan bingung karena perkataan sang waitress café. Ditunggu oleh seseorang? Seingatnya ia tidak punya janji dengan siapapun hari ini. Kemudian bagaimana dengan pesanannya? Bagaimana orang entah-siapapun-itu tahu apa yang akan Hui pesan pagi ini?

Tapi bagai dihipnotis, lelaki itu terus saja melangkahkan tungkai jenjangnya menuju meja yang dimaksud.

Dan matanya menangkap bayangan gadis itu.

Gadis yang dua minggu lalu meminjamkan payungnya pada Hui di halte bis dekat kampus, saat hujan lebat, oleh karena Hui tidak membawa payungnya padahal ia harus segera sampai di rumah. Namun, setelah kejadian itu sang gadis kerap menunjukkan batang hidungnya di hadapan Hui. Entah takdir atau apa, secara kebetulan mereka sering bertemu satu sama lain. Seperti saat Hui belanja bulanan di supermarket, membeli hamburger di restoran cepat saji, mencari buku untuk referensi skripsi di toko buku, bahkan saat mengunjungi wahana arcade game.

Dan sekarang gadis itu kembali muncul. Ia melambaikan tangannya kuat-kuat dan tersenyum manis, seolah mereka telah berjanji untuk bertemu.

Dengan dahi mengernyit, Hui berjalan menghampiri gadis itu.

Americano latte hangat, less sugar, dan susu yang diperbanyak. Apakah aku benar?” tanya sang gadis tanpa basa-basi seraya matanya melirik gelas kertas bertutup dengan asap yang keluar dari lubang kecil di tutupnya.

Hui hanya diam; dalam hati membenarkan perkataan gadis itu. Setelah itu ia balik mengajukan pertanyaan lain. “Sedang apa kau di sini?”

Uhm …. Menunggumu?”

“Memangnya kita punya janji untuk bertemu? Dan bagaimana kau tahu aku ada atau akan berada di sini? Apakah kau seorang stalker?”

“Apa itu stalker?” balas sang gadis sambil menatap Hui dengan matanya yang bulat.

Hui ingin menjelaskan. Namun, begitu melirik arlojinya, ia teringat akan kelas paginya dan profesor yang sangat membenci keterlambatan. Lagipula ia tak punya waktu untuk menjelaskan suatu hal yang tidak begitu penting pada seseorang yang tak ia kenal. Jadi, ia menyambar kopi paginya, lantas beranjak. “Aku pergi dulu.”

“Tunggu!”

Hui menghentikan langkahnya. Gadis itu menyodorkan payung golf hijau lumut persis di depan hidungnya.

“Ini, bawalah. Hujan lebat akan turun nanti.”

Lelaki marga Lee itu hanya tertawa kecil. “Pertama, ramalan cuaca berkata bahwa matahari akan bersinar cerah hari ini. Bahkan terik. Kedua,” Hui mengeluarkan sebuah payung lipat dari tasnya, “aku juga sudah bawa. Simpan saja payung besar itu untukmu.”

Dan Hui kembali melanjutkan perjalanannya yang tertunda.

***

Sayangnya, ramalan cuaca tidak selalu benar.

Ada kalanya angkasa mengubah perasaannya begitu saja, menghasilkan sebuah perbedaan yang berbanding 180 derajat dengan apa yang diperkirakan di awal.

Dan kini Hui menjadi korbannya.

Well, sebenarnya ia juga membawa senjata antisipasi yaitu sebuah payung lipat ungu muda yang telah menemaninya sejak awal masuk kuliah. Tetapi ganasnya titik-titik air yang tercurah dari langit ditambah kencangnya angin bertiup tak mampu ditahan oleh payung kecil nan ringkih tersebut, dan akhirnya payung itu harus mengakhiri masa jabatannya sebagai pelindung Hui dari hujan ketika kawat-kawat rangkanya patah satu per satu akibat angin.

Tak ada yang bisa diperbuat, Hui pun terpaksa menunggu di halte bis. Duduk dan tergugu sendirian menatap tetesan demi tetesan air yang tertangkup di jalan, membentuk sebuah genangan.

Entah sudah berapa lama Hui terdiam sambil menatap hujan yang tak menunjukkan tanda-tanda berhenti, sampai akhirnya suara kecipak air membuyarkan lamunannya.

“Maaf, aku terlambat!”

Gadis itu lagi. Hui hanya menyambut kedatangannya dengan kernyitan dahi; heran.

“Aku sudah menyangka bahwa kau akan menunggu di sini, dan aku sudah merencanakan untuk memberikan payungku untukmu. Tapi aku ada kelas tambahan yang mendadak, tadi. Aneh, hal ini tidak muncul di mimpiku.” Gadis itu memberi penjelasan tanpa diminta.

“Mimpi?”

“Ah …. Ceritanya panjang,” balas sang gadis sambil mengibaskan tangannya. “Anyway, ini untukmu. Pakailah supaya kau bisa pulang sekarang. Kau hendak melanjutkan skripsimu, kan?”

Hui tak akan mempermasalahkan bagaimana gadis itu bisa tahu kegiatan yang sudah ia rencanakan untuk dilakukan sesampainya di rumah. Yang penting sekarang adalah bagaimana Hui bisa pulang secepatnya. Karena itu ia langsung meraih payung golf hijau lumut yang disodorkan sang gadis.

“Kau sendiri bagaimana?” tanya Hui.

“Jangan khawatir,” ujar sang gadis, lantas mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya. “Aku punya ini.”

Dan dalam waktu kurang dari satu menit sebuah jas hujan pink sudah membungkus tubuh serta ransel gadis itu, dan ia tak ubahnya dengan seekor penguin pink.

“Aku duluan, ya. Sampai nanti!”

Belum sempat Hui membalas, tahu-tahu gadis itu sudah berlari meninggalkan halte bis, menembus hujan deras dan memijak setiap genangan yang ada.

Dan tinggallah Hui dengan sebuah payung golf yang telah terbuka.

Serta sejuta tanya dalam benaknya.

 

-fin-

A/N

It’s been a long time since the last time I wrote my own (fan)fiction. And especially for Kak Riris… Thank you for your prompt and sorry if it took a long time to execute(?) it and also another sorry for being failed in executed it 😦 But here I am bringing your lovely Hui oppa just as I promised 😀

Anyway, mind to review? 🙂

 

Advertisements

Author: graesthetic

Writer | Dreamer | Life-time learner

3 thoughts on “[Ficlet] Coincidence?”

  1. sERIUSS INI FIC HUI OPPA *cough* straight *cough* PERTAMA YANG AKU BACAAAA /menangis/ MANIS SEKALI GATAU AKU SUKA KARAKTER CEWENYA ; ; misterius tp keliatan soft yet a lil bit creepy smh. ya ampun aku sukaa heuheu aku jadi irii sm siapapun yg bisa nuliss ; ;
    terima kasih gece! uda mau bikinin ficnya hui oppa huhuhuhu aku suka bgt gatau lg kudu ngomong apaa ya biarin aja itu cewenya anggep aja riris yha pfft biarin gatau malu lol. delusi sm hui oppa uda setinggi gunung susah dikendaliin ; ; ACK. TYSM GECE! ILY ❤

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s